
Peluangnews, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf berupaya meningkatkan keterampilan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pariwisata dan ekonomi kreatif dan mendukung pengembangan UMKM untuk membangkitkan di sektor Parekraf.
Adapun pengembangan pariwisata berkelanjutan seperti green tourism, digitalisasi parekraf. “Tadi kami menyampaikan sejumlah hal, pertama adalah kekuatan ekonomi kreatif dalam mendorong bagaimana pariwisata ini bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” kata Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Jumat (23/6/2023).
Langkah selanjutnya, dalam pemulihan parekraf Indonesia kata Menparekraf adalah pengelolaan destinasi wisata yang didasarkan aspek keberlanjutan dalam Bali Guidelines.
Pemanfaatan desa wisata misalnya, berhasil berdampak positif terhadap lingkungan sekaligus memutar roda perekonomian dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, yakni sebesar 30-35 persen pada tahun 2023.
“Ini menjadi bukti bahwa destinasi wisata yang menawarkan ecotourism serta isu-isu lingkungan dan berkelanjutan menjadi potensi wisata yang patut diperhitungkan,” ujar Sandiaga.
“Kami menyampaikan juga komitmen Indonesia untuk mendorong semangat dari Bali Guidelines yang tahun lalu kita sudah rumuskan sebagai road map untuk recover, apalagi kita posisinya sekarang sudah menjadi acuan dalam kebangkitan ekonomi dunia,” tambah dia. (alb)





