
Rasio utang luar negeri/ULN terhadap PDB pada triwulan II 2026 tercatat 30,63%. Periode yang sama tahun lalu angkanya 30,51%. “Stabilnya rasio utang luar negeri terhadap PDB jangan sampai abai akan risiko jatuh tempo yang semakin pendek,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet.
Peningkatan rasio ULN jangka pendek terhadap cadangan devisa berarti kewajiban valas yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan meningkat relatif terhadap bantalan devisa.
Rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa tidak otomatis akan terus meningkat. Arahnya bergantung pada perkembangan utang jangka pendek, jatuh tempo utang lama, pertumbuhan cadangan devisa, arus modal, neraca perdagangan, dan harga minyak. Apabila harga minyak tinggi dan defisit transaksi berjalan melebar, tekanan terhadap cadangan devisa bisa meningkat. Sebaliknya, jika arus modal membaik dan pembiayaan lebih banyak menggunakan tenor panjang, rasio bisa kembali turun.
“Saya melihat kemungkinan rasio berada di kisaran 60%-80% selama ketidakpastian global masih tinggi, dengan risiko naik jika cadev banyak digunakan untuk stabilisasi rupiah,” kata Yusuf. Ia memperkirakan rasio ULN terhadap PDB sampai akhir 2026 berada pada kisaran 30%-32%, selama pertumbuhan ekonomi tetap positif dan sektor swasta tidak kembali agresif menambah utang valas.
Data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Juli 2026 yang dirilis pada 15/9 juga menjadi penting untuk melihat apakah kenaikan porsi utang jangka pendek pada triwulan II berlanjut. Maka, yang perlu dipantau bukan hanya total uln, melainkan juga tenor, komposisi mata uang, kebutuhan rollover, kepemilikan asing pada instrumen jangka pendek, dan perkembangan cadangan devisa.
“Saat ini belum ada alasan membunyikan alarm solvabilitas, tetapi kewaspadaan terhadap risiko refinancing dan tekanan kurs memang perlu ditingkatkan,” katanya. Sebagai informasi, berdasarkan data SULNI edisi Agustus 2026, posisi ULN dengan jangka waktu sisa kurang dari atau sama dengan satu tahun mencapai USD105,95 pada Juni 2026. Total ULN Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar USD453,4 miliar, tumbuh 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Utang luar negeri Indonesia didominasi oleh Uln jangka panjang dengan pangsa mencapai 82,1% dari total utang luar negeri.●





