hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Inflasi Maret Dekati 5%, Waspadai Harga Komoditas Jelang Idul Fitri

Peluang, Jakarta – Di Maret 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 4,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,36.

Sedangkan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) di Maret sebesar 0,18 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,68 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,05 persen, kelompok transportasi sebesar 13,72 persen.

“Inflasi Maret 2023 di Ramadhan yang perlu diwaspadai terhadap harga komoditas, karena tingginya permintaan jelang hari raya Idul Fitril diantaranya tarif angkutan udara, beras, daging sapi, daging ayam merah, telur ayam ras dan komoditas lainnya,” kata Pudji, Senin (4/3/2023). 

Menurut dia, sub kelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 10,80 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol dan subkelompok minuman beralkohol masing-masing sebesar 3,32 persen.   

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi month to month (m-to-m) pada Maret 2023, menurut dia, antara lain beras, cabai rawit, rokok kretek filter, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, rokok putih, kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, tarif angkutan udara, bensin, dan emas perhiasan.

Dari pemantauan 90 kota IHK, BPS mencatat 60 kota mengalami kenaikan harga beras. Adapun, inflasi beras tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 25,44 persen. Adapun, penurunan terdalam terjadi di Mataram sebesar 8,50%. Kenaikan harga beras ini terjadi di masa panen yang jatuh pada Maret 2023.  (alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate