
Peluangnews, Jakarta – Indonesia membuka peluang kolaborasi dengan berbagai negara ASEAN, untuk mewujudkan target menjadi pemain industri utama dalam ekosistem kendaraan listrik.
“Hal ini juga sejalan dengan visi mewujudkan ASEAN yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui keterlibatan sektor swasta yang aktif dan dengan orkestrasi kawasan yang terkoordinasi,” jelas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Selasa (4/7/2023).
Untuk itu, lanjut Menperin, salah satu peluang peningkatan kerja sama Indonesia juga dengan RRT di bidang industri. RRT sendiri menduduki peringkat pertama tujuan ekspor dan sumber impor produk nonmigas bagi Indonesia, serta sumber investasi terbesar kedua bagi Indonesia di tahun 2022. Investasi utama di tahun 2022 dari negara tersebut berdasarkan sektor adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, industri makanan, industri kimia dan farmasi, industri tekstil, dan industri kayu.
“Dalam pertemuan dengan Menteri Industri dan Teknologi Informasi RRT, kami akan membahas kemungkinan kerja sama di bidang pengembangan electric vehicle (EV), energi terbarukan untuk industri hijau, kawasan industri, juga perjanjian ASEAN-China Free Trade Area,” papar Agus.
Menperin yang mewakili Pemerintah RI untuk berbicara mengenai peran Indonesia yang memegang tampuk Keketuaan ASEAN 2023 dalam mewujudkan tiga pendorong strategis yang telah dicanangkan untuk tahun ini, yaitu pemulihan dan pembangunan kembali, optimalisasi potensi ekonomi digital, serta mengabadikan keberlanjutan dalam perekonomian demi kesejahteraan generasi mendatang.
“Kami mengharapkan di forum China-ASEAN Forum on Emerging Industries 2023 itu dapat menghasilkan outcome penting bagi inovasi dan kolaborasi antara ASEAN dengan RRT,” harap Agus. (alb)





