Kopdit Pintu Air memperluas ekspansi untuk mengakselerasi ekonomi masyarakat di Kabupaten Malaka melalui penguatan layanan simpan pinjam dan program pemberdayaan anggota.

Dalam upaya mendekatkan layanan kepada anggota sekaligus memenuhi tingginya animo masyarakat, Kopdit Pintu Air resmi meningkatkan status kantor cabang pembantu Weliman menjadi kantor cabang. Ini menjadi tonggak baru untuk mengakselerasi ekonomi masyarakat di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Peresmian kantor cabang Kopdit Pintu Air ke-61 itu dilakukan oleh Wakil Bupati Malaka Hendri Melki Simu di Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur pada 19 Mei 2026. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Malaka mendukung koperasi yang ada. Karena, kehadiran koperasi untuk membantu roda ekonomi masyarakat dengan jujur dan aman,” kata Hendri.
Operasional kantor cabang Weliman mencakup tiga kecamatan, yakni Weliman, Malaka Barat, dan Rinhat. Peresmian kantor cabang batu tersebut juga dihadiri pengurus dan manajemen Koperasi Lana Mona dari Distrik Bobonaro, Timor Leste.
Sementara Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan peningkatan status menjadi kantor cabang bukanlah hal mudah. Sebab, membutuhkan sejumlah persyaratan seperti jumlah anggota dan skala ekonomi tertentu.
“Ini menunjukkan adanya kerja keras para pengurus dan antusiasme masyarakat Kabupaten Malaka, terutama masyarakat Weliman dan sekitarnya,” kata Jano.
Keberadaan cabang baru diharapkan mampu mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat melalui penguatan layanan simpan pinjam dan program pemberdayaan anggota. Untuk itu, perlu kolaborasi antara pengurus koperasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pada kesempatan terpisah, Ketua Kopdit Pintu Air Cabang Weliman, Oktavianus Lawalu, mengungkapkan bahwa pertumbuhan anggota di wilayah Weliman berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga pertengahan 2025, jumlah anggota mencapai 4.000 orang dan dalam delapan bulan terakhir meningkat menjadi 5.000 anggota.
“Masyarakat menilai model Kopdit Pintu Air cocok dengan kebutuhan ekonomi warga karena memberikan berbagai manfaat sosial dan ekonomi,” ujar Oktavianus.
Perjalanan menjadi kantor cabang memerlukan proses perjuangan. Oktavianus menjelaskan, saat masih menjadi Ketua Unit di Kantor Cabang Betun, ia mulai memperluas pengembangan koperasi hingga ke wilayah Besikama, Weliman, Wewiku, dan Rinhat. Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran koperasi karena dinilai memberikan solusi.
Perluasan jaringan kantor tersebut mencerminkan keberhasilan Kopdit Pintu Air dalam memberdayaan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial kepada anggota. Selain itu, koperasi besar berprestasi ini juga semakin menunjukan taringnya di tengah kompetisi yang semakin ketat. (Dje).





