hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Ekonomi Vietnam Tumbuh Hampir 10%

Hingga September ini, ekonomi Vietnam tumbuh 9,95& dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini jadi yang tercepat sejak Pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Vietnam untuk periode Juli-September 2026 (Q-3) meningkat dibandingkan periode April-Juni 2026. Pertumbuhan ini didorong kinerja ekspor yang kuat dan investasi infrastruktur yang masif, meskipun masih di bawah target tahunan yang dipatok di atas 10 persen.

Di sisi lain, Vietnam dihadapkan kenaikan biaya impor sepanjang 2026 akibat perang Iran. Defisit perdagangan dalam sembilan bulan pertama tahun ini terpaksa harus menyentuh rekor tertinggi. Kinerja ekspor barang di September naik 39,1% menjadi US$59,48 miliar dibanding tahun sebelumnya, sedangkan impor meningkat 45,8% menjadi $58,21 miliar.

Impor naik lebih tinggi 36,7% menjadi $453,72 miliar. Kondisi tersebut membuat Negeri Paman Ho harus membukukan defisit perdagangan $19,42 miliar, sekaligus rekor tertinggi yang pernah tercatat. Tarif impor energi yang lebih tinggi menjadi salah satu penyebab melebarnya defisit perdagangan tersebut. Untuk impor bahan bakar olahan Vietnam mengalami peningkatan 11,5% secara volume, dengan lonjakan nilai hingga 79,3%. National Statistic Office (NSO) atau BPS Vietnam menyatakan harga konsumen di September naik 5,08% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, arus masuk investasi asing ke Vietnam sepanjang 2026 naik 12,1% menjadi $21,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. ADB menyatakan prospek pertumbuhan Vietnam dalam jangka pendek tetap kuat, didukung ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur, konsumsi domestik yang tinggi, serta investasi asing langsung atau (foreign direct investment/ FDI) yang terus mengalir.

Hanya saja, untuk jangka panjang ADB meramal permintaan global cenderung lebih lemah, serta ketidakpastian eksternal yang meningkat dapat membebani pertumbuhan ekonomi Vietnam. Kenaikan harga energi dan kondisi keuangan global yang lebih ketat juga dapat menambah tekanan inflasi dan nilai tukar.

Kekhawatiran mulai muncul terhadap potensi ekonomi Vietnam yang tumbuh terlalu cepat, mengingat percepatan inflasi dalam beberapa bulan terakhir. “Potensi kekurangan pasokan listrik dalam jangka pendek dan menengah juga akan menghadirkan tantangan yang signifikan,” kata analis senior Asia di perusahaan intelijen risiko, Verisk Maplecroft Laura Schwartz.●

pasang iklan di sini
lpdb.go.id