Peluangnews, Jakarta – Pada tahun 1990-an, bukan keputusan mudah bagi kebanyakan orang untuk memilih hunian di daerah Serpong, Tangerang. Tapi kini, ditunjang berbagai kemudahan akses dan kelengkapan fasilitas, Serpong telah menjelma menjadi salah satu lokasi favorit para pencari hunian. Hal ini berdampak positif pada terus meningkatnya harga property di daerah tersebut.
Tak bisa dipungkiri, sebagai daerah penyangga ibu kota, Tangerang telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Perkembangan properti residensial terus meningkat. Berdasarkan data “Flash Report Rumah123.com,” pada kuartal II tahun 2022 kawasan Tangerang menjadi lokasi terpopuler yang paling banyak dicari orang, dengan angka 16.7%. Tidak hanya itu, market capital value di kota Tangerang mengalami pertumbuhan sekitar 1% hingga 10% setiap tahun sejak 2018 hingga 2022.
Kini, selain Serpong, pembangunan di kawasan Tangerang pun mulai beralih ke arah barat, seperti halnya ke wilayah Cikupa karena didukung oleh kemudahan akses seperti kehadiran Tol Serpong-JORR W2, JORR2 Serpong-Kunciran-Bandara dan JORR2 Serpong-Balaraja-Bandara.
“Pada dasarnya pembangunan infrastruktur, khususnya yang dapat meningkatkan aksesibilitas dari dan menuju suatu wilayah, dapat menjadi faktor pendorong pergerakan pertumbuhan properti, khususnya sektor residensial,” ujar Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, Kamis (15/6/2023).
“Di sisi lain, penyediaan fasilitas yang memadai dan lengkap dari sisi komersial, pendidikan, dan kesehatan di suatu wilayah juga akan menarik permintaan ke wilayah tersebut sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor properti,” tambah dia.
Lebih lanjut Yunus menjelaskan, beberapa faktor yang akan mempengaruhi pembeli dalam menentukan properti yaitu, pertama adalah lokasi. Selanjutnya adalah kelengkapan fasilitas, reputasi pengembang, dan aksesibilitas.
Dengan segala faktor yang telah dipertimbangkan di atas, keterjangkauan harga menjadi faktor penentu bagi pembeli untuk memilih produk yang sesuai bagi mereka sehingga dimungkinkan untuk mencari produk di tempat baru atau berkembang.
Untuk daerah Cikupa, menurut Yunus, tersedianya akses terhadap jalan tol dari dan menuju Jakarta, serta adanya faktor kedekatan dengan area Serpong yang secara fasilitas (komersial, pendidikan, kesehatan) sudah lebih established sebagai sebuah kota mandiri, menjadi magnet tesendiri bagi para pencari hunian. Terlebih dari sisi harga, properti di Cikupa juga masih cukup terjangkau.
Selain itu, sebagai wilayah berkembang, Cikupa tentunya juga akan terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Salah satunya rencana MRT membuat Koridor Bitung-Balaraja di Kabupaten Tangerang, termasuk kawasan Cikupa.
“Dari sisi pasar, pasar properti di Cikupa sangat menarik karena dekat dengan kawasan industri sebagai potensi target market. Land availability juga masih cukup banyak sehingga berpotensi untuk melakukan pengembangan yang terencana oleh para pengembang baik lokal maupun internasional yang telah hadir di wilayah tersebut,” tutur Yunus.
Dengan berkembangnya pembangunan properti disebagian besar wilayah, yang menjadi kebutuhan hunian tempat tinggal. Hal ini juga akan memberi ruang bagi peningkatan harga properti dan menjadikan pembangunan perumahan di area tersebut sebagai alat investasi yang menarik. (alb)





