Peluangnews, Jakarta – Forum Udang Indonesia (FUI) menyoroti kegiatan budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta digadang-gadang sebagai tambak modern terbesar, tumpuan upaya peningkatan produktivitas dan ekspor.
Kegiatan budidaya udang nasional di Kebumen tersebut faktanya hanya dengan satu terapan teknologi. “Secara garis besar, usaha tambak udang terdiri dari intensif, semi-intensif dan tradisional. Artinya, kita tidak bisa hanya mengandalkan satu terapan teknologi. Tambak udang tradisional harus paralel dengan tambak modern,” kata ketua FUI Budhi Wibowo, Jumat (30/6/2023).
Kondisi sekarang, tambak tradisional mencapai sekitar 250 ribu hektar. Sementara tambak modern termasuk yang di Kebumen hanya beberapa puluh ribu hektar saja. Sehingga tambak tradisional masih sangat prospektif untuk pencapaian target produksi udang nasional. “Harusnya pemerintah juga memberi anggaran yang sama. Tambak tradisional juga harus didukung, intensive didukung. Tambak semi intensive, antara tradisional dan modern juga diberi anggaran,” ujar Budhi Wibowo.
FUI juga akan mengupayakan berbagai cara untuk garap pasar Tiongkok untuk komoditas kelautan dan perikanan terutama udang. Peningkatan ekspor idealnya sampai 10 persen dari keseluruhan market share sekitar 800.000 ton per tahun Tiongkok.
“Target kami realistis, (yakni) sepuluh persen saja atau setara dengan 80.000 ton. Sekarang ini, ekspor kita baru sekitar 18.000 ton saja ke Tiongkok,” ungkap Budhi Wibowo.
Beberapa upaya untuk mencapai target, salah satunya dengan jemput bola kunjungan berbagai delegasi perdagangan Tiongkok ke Indonesia, termasuk Jakarta. Salah satunya, yakni acara Shenzhen – Indonesia Economic and Trade Cooperation Conference di Shangri-La Jakarta (akhir Juni 2023).
Sebelumnya, delegasi yang sama sudah pernah mengunjungi Jakarta pada Maret yang lalu. Kendatipun, ia belum melihat keuntungan langsung dari keikutsertaan pada beberapa business matchmaking dengan delegasi Tiongkok, tapi tetap dijalani.
“Kami serius garap pasar Tiongkok sejak beberapa tahun yang lalu. Mulai tahun ini, kami aktif berpartisipasi pada event apapun yang kiranya prospektif untuk pasar produk perikanan termasuk pameran, business matchmaking. Besar atau kecil (skala kegiatan) kami tetap kerjakan,” jelas Budhi Wibowo. (alb)





