
Bagi Leo Larantukan, bekerja lebih dari sekadar mengejar materi tetapi berguna untuk kemanusiaan. Nilai inilah yang menjadikannya bangga dan merasa mulia selama berkoperasi. Interaksi dengan banyak anggota dan memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi memberikan kepuasan batin tersendiri.
“Pekerjaan sebagai pengelola Kopdit Pintu Air sangat bergengsi karena dapat menolong sesama, orang-orang kecil. Melalui pekerjaan ini saya menjadi berkat bagi sesama, sekaligus mengumpulkan berkat untuk saya dan keluarga, di dunia ini maupun di kehidupan abadi nanti,” tegasnya.
Pria yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Cabang Sidoarjo Kopdit Pintu Air itu bangga dengan pencapaian kinerja tempatnya bekerja yang terus bertumbuh dan bermanfaat. Ini tidak lepas dari komitmen pengurus dan pengelola memperkuat pendidikan perkoperasian dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Menurut pria 55 tahun kelahiran Larantuka, Flores, NTT yang pernah kuliah filsafat, komunikasi dan hukum itu, pendidikan perkoperasi berperan strategis dalam meningkatkan kompetensi anggota dan pengelola. “SDM anggota dan pengelola adalah faktor terpenting yang menentukan eksistensi lembaga koperasi dan Kopdit Pintu Air sudah berada pada jalur yang tepat,” pungkas Leo.
Sementara kepatuhan pada regulasi mencerminkan Kopdit Pintu Air sebagai institusi keuangan yang dijalankan secara benar serta tempat yang aman bagi para anggota untuk menabung dan meminjam. (Dje).







