Peluang, Bekasi – Menjelang arus mudik dan balik perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H pada tanggal 17 April 2023 hingga 2 Mei 2023, PT Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) siap mengantisipasi adanya kepadatan kendaraan di jalan tol pada wilayah Jawa Barat (Jabar).
Direktur Bisnis PT Jasamarga Transjawa Tol Pratomo Bimawan Putra menyampaikan, prediksi peningkatan volume lalu lintas pada H-7 (15/4) s.d H+7 (30/4) akan terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
“PT JTT memprediksi akan terjadi lonjakan volume kendaraan sebanyak 887.100 kendaraan atau 94,85% lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normal bulan November 2022. Sedangkan pada arus balik, diprediksi terjadi lonjakan kendaraan sebanyak 809.997 kendaraan atau 69,22% lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normal bulan November 2022,” papar Pratomo dalam keterangannya, Selasa (4/4/2023).
Dia menjelaskan, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan volume lalu-lintas periode Hari Raya Idul Fitri, PT JTT berkolaborasi bersama dengan Kepolisian dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk memaksimalkan kapasitas jalan tol dengan rekayasa lalu-lintas, seperti melakukan contraflow khususnya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Adapun kesiapan Perseroan menghadapi periode arus mudik dan balik Lebaran 1444 H, diantaranya dengan mengusulkan waktu pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang akan direncanakan pada 17 April 2023 s.d 21 April 2023 (Arus Mudik) serta 24 April 2023 s.d 26 April 2023 dan 29 April 2023 s.d 2 Mei 2023 (Arus Balik).
Namun untuk pelaksanaan rekayasa lalu-lintas selama Operasi Lebaran 2023 akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dan pelaksanaan di lapangan mengikuti diskresi dari Kepolisian dan stakeholder terkait dengan mengusulkan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang pada tanggal yang tercatat sebagai puncak arus mudik dan arus balik periode Lebaran 2023. (alb)





