hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Sudah 498 Gerai KDKMP Berdiri di Sumut hingga 2025

Sudah 498 Gerai KDKMP Berdiri di Sumut hingga 2025
Sudah 498 Gerai KDKMP Berdiri di Sumut hingga 2025/dok.humas

PeluangNews, Medan – Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga penghujung 2025, sebanyak 498 gedung gerai telah rampung dibangun dari 2.340 lahan yang tersedia. Sementara itu, 1.773 lokasi lainnya masih berada dalam tahap persiapan menuju pembangunan fisik.

Koordinator Project Management Officer (PMO) KDKMP Sumatera Utara, James Erik Siagian, bersama Devis Abuimau Karmoy, mengungkapkan bahwa dari sekitar 6.100 KDKMP yang telah terbentuk di provinsi tersebut, mayoritas pengurus koperasi mengusulkan agar gerai dibangun langsung di wilayah desa atau kelurahan masing-masing. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Data tersebut dihimpun dari laporan dinas koperasi kabupaten/kota serta jejaring PMO di daerah. Para pengurus KDKMP meyakini keberadaan gerai akan menjadi pusat aktivitas ekonomi, terutama dalam mendukung distribusi dan pemasaran produk masyarakat.

“Kami menerima banyak laporan bahwa pengurus KDKMP sangat antusias dengan pembangunan gerai di wilayah mereka. Mereka percaya gerai ini akan menghidupkan roda ekonomi lokal,” ujar James Erik Siagian, dikutip pada Senin (12/1/2026).

Sejumlah daerah di Sumatera Utara tercatat menjadi yang terdepan dalam pembangunan gerai. Kabupaten Karo, misalnya, telah membangun 68 gedung dari 91 lahan yang tersedia, dengan jumlah KDKMP mencapai 269 unit.

Capaian serupa juga terlihat di Kabupaten Langkat. Dari 172 lahan, sebanyak 55 gedung telah berdiri, sementara total KDKMP di wilayah tersebut mencapai 277 koperasi. Kabupaten Asahan juga mencatat pembangunan 36 gerai dari 63 lahan, dengan jumlah KDKMP sebanyak 204 unit.

Untuk mempercepat pembangunan di lokasi yang belum terealisasi, PMO kabupaten dan kota bersama para business assistant terus berkoordinasi dengan dinas koperasi daerah, unsur TNI, serta PT Agrinas. Kolaborasi ini dilakukan guna mengatasi berbagai hambatan teknis, mulai dari kesiapan lahan hingga tahapan konstruksi.

Devis Abuimau Karmoy menambahkan, dari total 6.100 KDKMP yang memiliki ketersediaan lahan, masih ada 1.773 gerai yang belum dibangun. Proses pembangunan gedung-gedung tersebut akan dilaksanakan oleh TNI bersama PT Agrinas Pangan, sesuai mandat Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP.

Sementara itu, Koordinator PMO Pusat, Ahmad Hermanto, memberikan apresiasi kepada PMO provinsi serta PMO kabupaten dan kota yang selama tiga bulan terakhir aktif mendampingi pengurus KDKMP di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi PMO di 38 provinsi serta PMO kabupaten dan kota yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan keahliannya dalam mendukung pengurus KDKMP,” kata Ahmad Hermanto.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, dan konsistensi dalam pelaksanaan program KDKMP. Dalam arahannya kepada kepala dinas koperasi dan PMO di Jakarta, ia meminta agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat.

Menurut Ferry, sinergi antara PMO, pemerintah daerah, TNI, dinas koperasi, dan PT Agrinas merupakan kunci untuk mengatasi hambatan di lapangan. Dengan kerja sama yang solid, pembangunan gerai KDKMP diyakini dapat berlangsung lebih cepat dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. (RO)

Baca Juga: Prabowo Ingin di Akhir Masa Jabatannya Berhasil Hapus Kemiskinan Ekstrem

pasang iklan di sini
octa vaganza