
PeluangNews, Yogyakarta — Kementerian Koperasi bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tancap gas memperkuat ekosistem bisnis Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Tamanmartani, Kabupaten Sleman.
Langkah ini diarahkan agar koperasi desa tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat berbasis digital dan produk lokal.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Sleman diproyeksikan menjadi etalase nasional keberhasilan operasional Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kekuatan koperasi tidak diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kualitas sistem, tata kelola, dan manfaat nyata bagi anggota.
“Saya berharap Jogja, khususnya Sleman, bisa menjadi contoh terbaik suksesnya membangun ekosistem Kopdes Merah Putih,” kata Ferry saat peluncuran produk HIPMI di Kopdes Merah Putih Kalurahan Tamanmartani, Sabtu (7/2).
Saat ini, Kopdes Merah Putih Tamanmartani telah memasarkan berbagai produk kebutuhan pokok yang disuplai pengusaha HIPMI DIY, mulai dari ayam potong, telur asin, roti, beras, minyak goreng, hingga gula. Ke depan, koperasi ini didorong mengadopsi digitalisasi menyeluruh, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga sistem distribusi.
“Semua harus disiapkan dengan matang, termasuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas SDM. Lima Kopdes di Sleman ini harus kita jadikan model,” kata Ferry.
Ia juga mendorong agar koperasi desa tidak berhenti di sektor perdagangan. Menurutnya, koperasi harus masuk ke sektor produksi agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa.
“Kalau ada yang mau membangun pabrik kecap atau industri kecil lainnya, saya siap bantu supaya bisa berdiri. Produknya nanti dipasarkan lewat koperasi desa,” ujarnya.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Koperasi membuka akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bagi koperasi yang fokus pada usaha produktif. Ferry menilai sektor produksi akan memberikan efek ganda yang lebih besar terhadap perekonomian lokal.
Dari sisi daerah, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut positif dukungan pemerintah pusat. Ia menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih membutuhkan keselarasan kebijakan dari pusat hingga daerah serta keterlibatan dunia usaha.
“Kami berharap kebijakan koperasi ke depan benar-benar memberi ruang gerak agar koperasi desa bisa berkembang dan berkelanjutan,” kata Harda.
Ketua Umum BPD HIPMI DI Yogyakarta Ekawati Rahayu Putri menegaskan kesiapan dunia usaha untuk memperkuat rantai pasok koperasi desa. Saat ini, HIPMI tengah mengolah berbagai komoditas strategis yang siap disalurkan ke jaringan Kopdes Merah Putih.
“Kami sedang mengolah beras, kecap, saus, dan produk lainnya. Seluruh lini ini bisa disuplai HIPMI. Kami berkomitmen bersinergi dengan koperasi dan Kementerian Koperasi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Kopdes Merah Putih Kalurahan Tamanmartani Mawardi menyebut koperasi yang dipimpinnya telah memiliki 1.412 anggota. Meski demikian, ia mengakui koperasi masih membutuhkan dukungan dalam hal suplai produk dan perluasan jaringan pemasaran.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan jaringan koperasi, Mawardi optimistis Kopdes Merah Putih Tamanmartani dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Sleman sekaligus rujukan nasional pengembangan koperasi desa.





