
PeluangNews, Tangerang — Keterbatasan fasilitas ibadah di Pondok Pesantren Al-Ashiriyyah, Kabupaten Tangerang, mulai teratasi setelah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) membangun tempat wudhu melalui program Sanitasi Gratis Masjid, Musholla, dan Pesantren (Sanimesra). Dari sebelumnya hanya memiliki satu keran, kini santri dan jamaah dapat memanfaatkan delapan keran untuk menunjang kegiatan ibadah sehari-hari.
Fasilitas yang berlokasi di Kampung Tarisi RT 003/RW 002, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, tersebut diserahkan kepada pengurus pesantren pada Rabu (21/10/2026).
Pengurus Ponpes Al-Ashiriyyah, Ustad Hadi, mengatakan tempat wudhu sebelumnya digunakan bersama oleh santri dan jamaah pengajian. Terlebih pada akhir pekan, sekitar 70 orang datang untuk mengikuti pengajian dan membutuhkan fasilitas bersuci.
“Sebelum dibangun, tempat wudhu kami cuma ada satu dan itu tetap digunakan setiap hari oleh santri dan jamaah. Setiap minggu ada 70-an orang yang mengaji di sini,” ujar Hadi.
Ia mengapresiasi bantuan Kopsyah BMI yang dinilai menjawab kebutuhan pesantren terhadap fasilitas wudhu yang lebih layak. Menurutnya, penambahan keran memberikan kemudahan bagi santri dan jamaah saat mempersiapkan diri untuk beribadah.
“Kalau dulu cuma ada satu keran, sekarang jadi delapan. Bagian kiri ada empat keran dan sebelah kanan juga empat keran. Semoga ini menjadi ladang pahala yang terus-menerus mengalir bagi Kopsyah BMI karena Sanimesra yang dibangun akan terus dipakai dan berguna bagi banyak orang,” katanya.
Pembangunan fasilitas tersebut berawal dari pertemuan Hadi dengan Manajer Kopsyah BMI Cabang Cikupa Dede Safitri dan Koordinator Manajer Regional Kopsyah BMI Tangerang Suta Atmaja Hidayat. Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat (2/10/2026), dengan pengerjaan oleh tim konstruksi Koperasi Jasa Benteng Mandiri (Kopjas BMI).
Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, mengatakan Sanimesra merupakan upaya mendukung kelayakan fasilitas bersuci sebagai bagian penting dari kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Bersuci adalah pintu ibadah. Kalau tempat wudhunya tidak sehat, licin, dan berbahaya, maka yang pertama terdampak adalah kekhusyukan jamaah. Karena itu, Sanimesra kami hadirkan sebagai ikhtiar menjaga martabat ibadah umat,” ujar pria yang akrab disapa Kambara tersebut.
Ia menegaskan, program itu bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud kepedulian sosial koperasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pendanaan Sanimesra berasal dari gotong royong anggota Kopsyah BMI yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial.
“Koperasi bukan hanya soal simpan pinjam. Koperasi adalah alat perjuangan sosial. Dari infak kecil di kencleng rembug pusat anggota, lahir manfaat besar untuk masyarakat,” paparnya.
Kambara menambahkan, masyarakat di luar pusat kota juga berhak memperoleh fasilitas ibadah yang layak. Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan anggota terus terjaga agar program Sanimesra dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Penyerahan fasilitas tersebut turut dihadiri Manajer Kopsyah BMI Cabang Cikupa Dede Safitri serta tim konstruksi Kopjas BMI Iman dan Yadi. Pembangunan tempat wudhu ini menunjukkan bagaimana kontribusi kolektif anggota koperasi dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ibadah di lingkungan pesantren.








