
PeluangNews, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, bahwa angka kemiskinan di ibu kota negara ini mengalami penurunan.
Dalam rapat paripurna penyampaian pidato gubernur terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Tahun 2025 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4/2026), Rano mengemukakan pada periode September 2025 tingkat kemiskinan di Jakarta sebesar 4,03%.
Angka ini turun 0,11% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Pada periode September 2025, Tingkat Kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 4,03%. Angka ini menurun 0,11% dibandingkan periode September 2024,” ujar Rano.
Menurut pemeran sinetron “si Doel Anak Sekolahan” itu, penurunan angka kemiskinan dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Antara lain, pertumbuhan ekonomi yang dinilai tetap kuat, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya di sektor padat karya.
“Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, stabilitas harga yang terjaga, serta menguatnya aktivitas ekonomi di sektor padat karya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wagub Rano.
Untuk menekan angka kemiskinan, Pemprov DKI menempatkan sektor pendidikan dan program perlindungan sosial sebagai prioritas utama.
Program bantuan dimaksud meliputi Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Pekerja Jakarta, program pangan murah bersubsidi, hingga Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak).
Berbagai bantuan itu berperan penting dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat serta memperluas akses perlindungan sosial yang inklusif dan adaptif.
“Pemprov DKI Jakarta secara konsisten melanjutkan penyaluran berbagai program bantuan dan subsidi, antara lain melalui KJP, KLJ, KPDJ, KAJ, Kartu Pekerja Jakarta, Pangan Murah Bersubsidi, serta Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak), yang berperan menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi beban pengeluaran kelompok rentan,” papar Rano.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga mengklaim adanya penurunan tingkat pengangguran terbuka. Pada Agustus 2025, angka pengangguran tercatat sebesar 6,05%, turun 0,16% dibandingkan Agustus 2024.
Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja juga meningkat. Tercatat sebanyak 2.894 peserta berhasil terserap melalui berbagai kegiatan bursa kerja atau job fair yang digelar di tingkat provinsi, kota/kabupaten administrasi, satuan pendidikan, hingga job fair khusus bagi penyandang disabilitas.
“Meningkatnya penempatan tenaga kerja, dimana sebanyak 2.894 peserta terserap dari pelaksanaan job fair atau bursa kerja yang dilaksanakan di tingkat provinsi, kota/kabupaten administrasi, satuan pendidikan, serta job fair khusus bagi penyandang disabilitas,” ucap Rano, menambahkan. []








