hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Penerima Beasiswa Kembalikan Uang @Rp1-2 Miliar

Bermula dari unggahan Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni LPDP, di Instagram pada 20 Februari 2026. Dia bagikan video yang tunjukkan paspor Inggris anaknya, disertai pernyataan, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan”. Pernyataan ini dianggap merendahkan paspor Indonesia dan tidak mencerminkan semangat nasionalisme, memicu reaksi keras publik.

Melalui penyelidikan internal, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/LPDP menemukan bahwa suami Dwi, Arya Iwantoro, juga alumni LPDP yang diduga belum menyelesaikan kewajiban pengabdian.

Dwi Sasetyaningtyas telah meminta maaf atas pernyataannya, tapi Menkeu Purbaya tetap memutuskan untuk memasukkan nama Dwi dan suaminya, Arya Iwantoro, ke dalam daftar hitam permanen, sehingga mereka tidak bisa bekerja di instansi pemerintah. Mereka juga diwajibkan mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima beserta bunganya.

Menurut Dirut LPDP, Sudarto, empat orang penerima beasiswa atau awardee telah mengembalikan uang ke negara. Masing-masing penerima mengembalikan uang dengan angka Rp1 hingga 2 miliar. Mereka yang mengembalikan dana adalah penerima beasiswa untuk program doktor serta master. “Ada yang dalam negeri, ada yang luar negeri,” kata Sudarto. Pembayaran dilakukan dengan cara dicicil.

Pihak LPDP menjatuhkan sanksi kepada 44 penerima beasiswa lantaran diduga belum memenuhi kewajiban pengabdian usai menempuh studi. Delapan di antaranya diharuskan mengembalikan dana beasiswa.

LPDP mencatat telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang sejak program ini pertama kali berdiri, 2012. Total dana abadi yang dikelola mencapai Rp18o triliun. Terdiri dari Rp149,8 triliun untuk dana abadi beasiswa, dana abadi penelitian Rp14 triliun. Selain itu, dana abadi perguruan tinggi yang digunakan untuk peningkatan peringkat perguruan tinggi Indonesia Rp11 triliun, serta dana abadi kebudayaan atau Indonesiana Rp6 triliun.

Adapun peruntukannya, penerima beasiswa program degree untuk S2 sebanyak 42.249 orang dan S3 sebanyak 12.471 orang, serta program non-degree untuk S2 sebanyak 395 orang, dan dokter spesialis sebanyak 3.329 orang. Selain itu, 19.197 penerima beasiswa yang tengah berjalan proses studinya dan 5.924 orang belum berangkat.

Dalam pelaksanaan tata kelolanya, menuurt dia, dana abadi pendidikan tersebut ada yang dikelola LPDP, tetapi ada yang dikolaborasikan dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, Kemenag, BRIN, hingga Kemenhan.●

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate