hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

ParagonCorp Bantu 1.256 Warga NTT Akses Air Bersih

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV. Foto: paragoncorp/peluangnews
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV. Foto: paragoncorp/peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Ketahanan air kini menjadi faktor penting bagi keberlanjutan bisnis sekaligus kesejahteraan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, ParagonCorp memperkuat pengelolaan air melalui efisiensi operasional, inovasi produk ramah lingkungan, serta program penyediaan air bersih dan konservasi ekosistem.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi panel Water Security as a Foundation for Growth pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

“Bagi kami, ketahanan air dimulai dari dalam bisnis, tetapi tidak bisa berhenti di sana. Ini tentang bagaimana kita beroperasi, berinovasi, dan bekerja bersama untuk menjawab tantangan yang lebih besar,” ujar Sari.

Dalam operasionalnya, ParagonCorp memperkuat pemantauan penggunaan air di sepanjang rantai nilai untuk mengidentifikasi peluang efisiensi. Sejumlah fasilitas manufaktur perusahaan telah memiliki sistem daur ulang air berkapasitas sekitar 11.500 meter kubik per tahun.

Perusahaan juga memanfaatkan pemanenan air hujan untuk kebutuhan operasional serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah membersihkan aliran sungai di sekitar area produksi.

ParagonCorp turut mengevaluasi penggunaan teknologi pengolahan air yang lebih maju, termasuk sistem close-loop yang memungkinkan air diolah dan digunakan kembali secara berulang. Pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan air perusahaan.

Upaya efisiensi juga diterapkan melalui inovasi produk kecantikan yang mempertimbangkan penggunaan air dan dampak terhadap lingkungan.

“Produk yang kita kembangkan juga dapat memengaruhi bagaimana orang menggunakan air setiap hari. Karena itu, kami mulai melihat bagaimana inovasi dapat lebih water-conscious, misalnya melalui produk yang dapat dibilas lebih cepat maupun formulasi yang lebih mempertimbangkan ekosistem air,” jelas Sari.

Pendekatan tersebut antara lain diterapkan melalui Earth Love Life Body Wash dengan konsep quick-rinse dan biodegradable, serta Tavi Cica Res-Q10 Water Break & Adaptint SPF 50 yang dikembangkan dengan perhatian terhadap ekosistem laut melalui formulasi reef-safe.

Di luar operasional bisnis, ParagonCorp memperluas upaya ketahanan air melalui penyediaan akses air bersih bagi masyarakat. Bersama Komodo Water dan pemangku kepentingan lokal di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, perusahaan mengembangkan sistem penyediaan air untuk mendekatkan akses air bersih ke permukiman.

Sebelumnya, warga Lempe dan Wae Tulu harus menempuh perjalanan sekitar empat hingga enam jam sehari untuk mendapatkan air bersih. Pada 2025, program akses air bersih ParagonCorp di Nusa Tenggara Timur menjangkau 1.256 orang.

“Ketika akses terhadap air menjadi lebih dekat, yang berubah bukan hanya soal jarak. Ada waktu yang bisa kembali digunakan masyarakat untuk belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas lainnya,” kata Sari.

ParagonCorp juga mendukung perlindungan ekosistem sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air jangka panjang. Pada 2025, bersama mitra, perusahaan mendukung penanaman 36.703 pohon dan memperkuat konservasi di sekitar 5.000 hektare kawasan di Kalimantan dan Sumatra.

“Menjaga ekosistem juga berarti menjaga sistem yang membantu menyediakan air bagi kehidupan hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Melalui ISF 2026, ParagonCorp mendorong ketahanan air menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis hingga 2030. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun bisnis yang lebih tangguh sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id