hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Mayoritas UMKM Dikelola Perempuan, Kemendag Perkuat Akses Pasar Lewat Kolaborasi Digital

Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” yang digelar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (21/4/2026). Foto: Ratih/PeluangNews
Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” yang digelar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (21/4/2026). Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta — Perempuan Indonesia semakin menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Kementerian Perdagangan mencatat, sekitar 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan.

Kontribusi sektor UMKM pun mencapai sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Fakta tersebut menjadi sorotan dalam acara “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” yang digelar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (21/4/2026).

Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMKM agar mampu naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan, perempuan memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan yang memiliki kekuatan, kreativitas, dan inovasi dalam menjalankan usaha.

“Terhadap PDB kita secara keseluruhan, kurang lebih 61 persen berasal dari sektor UMKM. Yang lebih menarik lagi, 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Artinya, mayoritas pelaku usaha UMKM adalah perempuan-perempuan hebat Indonesia,” kata Roro, dalam pidatonya.

Ia mengatakan, dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, dirinya melihat langsung potensi besar perempuan dalam dunia usaha. Namun, masih banyak perempuan yang belum memiliki keberanian atau pengetahuan untuk memulai bisnis.

Foto: Ratih/PeluangNews
Foto: Ratih/PeluangNews

“Saya melihat perempuan merupakan sosok yang kuat, inovatif, dan kreatif. Hanya saja terkadang belum tahu bagaimana untuk memulai. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk saling menyemangati, sehingga perempuan yang sudah berhasil dapat menginspirasi perempuan lainnya untuk mulai melangkah,” katanya.

Menurut Roro, transformasi digital menjadi kunci penting bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang. Ia menilai, perubahan teknologi membuat cara berjualan saat ini jauh berbeda dibandingkan satu hingga dua dekade lalu.

“Cara berjualan 10 atau 20 tahun lalu tentu berbeda dengan sekarang. Karena itu, pendampingan bagi pelaku UMKM menjadi sangat penting agar mereka bisa beradaptasi dengan pemasaran digital yang semakin berkembang,” jelasnya.

Kementerian Perdagangan, lanjutnya, memiliki tiga fokus utama dalam mendorong UMKM, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta penguatan branding produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Ia menambahkan, pemerintah juga membuka berbagai peluang pasar internasional melalui perjanjian dagang dengan sejumlah kawasan seperti Uni Eropa, Amerika Latin, Eurasia, hingga negara-negara ASEAN.

“Kita ingin produk-produk lokal semakin dikenal di kancah internasional. Tagline kita adalah dari lokal ke global. Karena itu, kolaborasi dengan platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop menjadi langkah penting untuk memperluas akses pasar UMKM,” ungkap Roro.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia dan TikTok Shop juga menghadirkan berbagai program pendampingan, seperti klinik pemasaran, klinik desain, hingga pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas produk dan strategi penjualan.

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menyampaikan komitmen platformnya untuk terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang melalui teknologi digital.

“Kami senang dapat hadir dan berkolaborasi dalam kegiatan ini. Tokopedia dan TikTok Shop berkomitmen membantu para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas dan berkarya di platform kami, sehingga mereka bisa bertumbuh dan naik level,” ujar Vonny.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyediakan berbagai klinik pendampingan bagi pelaku UMKM, termasuk pengembangan desain dan kemasan produk agar lebih kompetitif di pasar.

“Kami menyediakan klinik pemasaran dan klinik desain untuk menjembatani pelaku usaha dengan kebutuhan pengembangan produk, mulai dari packaging, pemilihan warna, hingga strategi branding, sehingga produk lokal semakin diminati pasar,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan platform digital ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM, khususnya yang dikelola perempuan, agar semakin berdaya, kompetitif, dan mampu menembus pasar global.

Momentum Hari Kartini pun menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga menjadi penggerak penting ekonomi nasional melalui UMKM yang terus berkembang di era digital.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza