hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KSPI Perkirakan PHK Besar-besaran Akan Terjadi Dalam Tiga Bulan ke Depan

Buruh
Aktivis buruh Said Iqbal/Dok. Peluang News-Hawa

PeluangNews, Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, gelombang PHK dipicu oleh dua faktor utama.
Pertama, eskalasi perang di Timur Tengah. Kedua, kebijakan impor mobil pickup dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang dinilai mencekik industri lokal.

“Di tengah eskalasi perang ini, ancaman PHK akan terjadi besar-besaran dalam tiga bulan ke depan. Begitu informasi yang kami dapatkan,” ujar Said dalam konferensi pers secara daring, dikutip Selasa (7/4/2026).

Dia mengemukakan perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS) membuat harga energi global melonjak hingga berdampak langsung pada biaya produksi.

Kendatipun pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi, harga BBM industri mengikuti harga pasar global kini terus melambung tinggi.

Para pemimpin perusahaan, lanjut Said, telah memberikan sinyal PHK kepada serikat pekerja di tingkat pabrik. Apabila biaya energi tidak terkendali, pengurangan karyawan bisa menjadi pilihan yang diambil pengusaha.

“Panjangnya perang ini akan memberikan tekanan pada biaya produksi di bahan bakar untuk menggerakkan mesin-mesin, turbin-turbin, listrik dan biaya-biaya energi lainnya bagi pengusaha. Yang berujung pada pembengkakan biaya produksi yang tidak bisa menaikkan harga penjualan daripada produk yang mereka produksi,” ungkap Said.

Selain faktor eksternal tersebut, Said juga menyoroti pengadaan impor 160.000 mobil pikap dalam program Kopdeskel Merah Putih. Pengadaan importasi tersebut dinilainya dapat menyerap 20.000-50.000 tenaga kerja jika memaksimalkan produksi dalam negeri.

“Harusnya bisa menyerap 20.000 hingga 50.000 tenaga kerja. Peluang itu hilang, malah membesarkan tenaga kerja India, walaupun harganya mungkin lebih rendah,” ujarnya.

Said menambahkan, dampak mengerikan jika kebijakan impor terus berlanjut. Bila pesanan pabrik berkurang, pekerja kontrak menjadi pertama yang akan diputus masa kerjanya.

“Kalau ada mobil impor dari India tadi dikerjakan di Indonesia, akan memperpanjang kontrak, juga menambah tenaga kerja yang baru,” ucap Said Iqbal, menutup. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate