hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Dewi Motik: Hobi Memasak Bisa Jadi Mesin Ekonomi Keluarga

Dewi Motik. Foto: Ratih/PeluangNews
Dewi Motik. Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta — Berawal dari hobi memasak para ibu rumah tangga, Dewi Motik mendirikan Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) 38 tahun lalu. Kini, organisasi tersebut berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi keluarga dengan ribuan anggota yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Tokoh pemberdayaan perempuan Indonesia ini, mengatakan ide awal pembentukan organisasi ini sederhana, yakni mengubah kegiatan memasak dari sekadar hobi menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Saya bersyukur, 38 tahun yang lalu saya mendirikan Ikatan Ahli Boga Indonesia. Saat itu saya melihat ibu-ibu rumah tangga yang hobi memasak bisa diarahkan menjadi manusia aktif dalam kegiatan ekonomi dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Dewi Motik, kepada PeluangNews, di acara halal bihalal Ikaboga, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, melalui keterampilan memasak, para anggota kemudian berkembang membuka berbagai usaha, mulai dari jasa katering, restoran, hingga usaha kuliner rumahan. Tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar.

“Melalui hobi memasak, mereka bisa membuka usaha, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan ekonomi keluarga. Selain itu, kuliner khas daerah juga ikut dilestarikan,” kata Dewi.

IKABOGA sendiri awalnya dikembangkan melalui program pelatihan dan kursus yang bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Seiring waktu, organisasi tersebut terus berkembang hingga memiliki sekitar 10.000 hingga 15.000 anggota di seluruh Indonesia.

“Tanpa sengaja, mereka mendapatkan income untuk keluarga dan sekaligus melestarikan kuliner Nusantara. Itu yang saya inginkan, dan ternyata berhasil,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pengembangan usaha anggota, IKABOGA juga menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui kerja sama ini, para pelaku UMKM kuliner mendapatkan akses pembiayaan usaha tanpa agunan, dengan mekanisme pelaporan perkembangan usaha secara berkala.

Dewi menilai, kendala terbesar dalam mengembangkan usaha bukan pada akses modal, melainkan pada kemauan untuk maju.

“Sebenarnya tidak ada kendala kalau mau maju. Kendala terbesar adalah diri sendiri. Tidak ada yang bisa menghentikan kita kalau kita mau berkarya,” tegasnya.

Ke depan, IKABOGA menargetkan dapat semakin aktif dalam menyerap tenaga kerja, membantu pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat, serta melestarikan kuliner khas daerah di seluruh Indonesia.

“Dengan hobi memasak, kita bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi keluarga. Itu yang terus kami dorong,” tutup Dewi.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate