hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

BPOM Dorong Vaksinasi HPV sebagai Langkah Preventif Kanker Serviks

Kepala BPOM Taruna Ikrar/ BPOM

PeluangNews, Jakarta – Upaya pencegahan penyakit melalui pendekatan promotif dan preventif terus menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah melalui program vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit berisiko tinggi. Sejalan dengan upaya tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan vaksinasi human papillomavirus (HPV) secara massal bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan beserta keluarga di lingkungan BPOM.

Kegiatan vaksinasi HPV ini merupakan inisiasi Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) bersama BPOM yang menyasar kementerian dan lembaga (K/L) di Indonesia sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks. Program ini dilatarbelakangi oleh data Kementerian Kesehatan yang mencatat terdapat 36.633 kasus kanker serviks setiap tahun dengan angka kematian mencapai sekitar 21.000 jiwa di Indonesia. Sementara itu, data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa vaksin HPV mampu mencegah sekitar 70–90 persen kasus kanker serviks.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi wujud penguatan sinergi antara BPOM dan DPKN dalam mendukung Asta Cita Presiden di bidang kesehatan, serta memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korpri. Mengusung tema “Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks,” kegiatan ini didasari semangat melindungi ASN perempuan dan keluarga melalui langkah preventif terhadap ancaman kanker serviks.

Kegiatan vaksinasi tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama dan madya BPOM serta berbagai organisasi masyarakat, di antaranya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP BPOM, Kwartir Nasional Pramuka, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jakarta, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Pusat, Perempuan Konghucu Indonesia (Perkhin), Muslimat Nahdlatul Ulama, Wanita Buddhis Indonesia, hingga Wirawati Catur Panca.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian laporan Program “Sejuta Vaksin ASN” oleh Hariyadi Wibowo selaku Koordinator Program Sejuta Vaksin sekaligus Ketua Departemen Perlindungan Kesehatan DPKN. “Program Sejuta Vaksin HPV merupakan bagian dalam menyukseskan Asta Cita Presiden di bidang kesehatan khususnya dalam memastikan kesehatan ASN perempuan di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi penting mengingat kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah kanker payudara,” ujar Hariyadi. Ia juga menambahkan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2026 dengan target menjangkau 38 provinsi, 524 kabupaten/kota, serta 105 kementerian dan lembaga.

Selanjutnya, Ketua Departemen Perlindungan ASN Korpri Nasional Karjono Atmoharsono menyampaikan sambutan mewakili Ketua DPKN. Dalam sambutannya, Karjono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi HPV di lingkungan BPOM. Ia berharap program ini dapat memperkuat sinergi antara Korpri Nasional dan BPOM serta memastikan ASN tetap produktif dan terlindungi dari ancaman penyakit, khususnya kanker serviks bagi ASN perempuan.

“Berdasarkan data yang kami terima, kegiatan vaksinasi HPV hari ini mendapatkan respons yang positif oleh ASN di BPOM. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar vaksinasi yang menembus lebih dari 400 peserta, yang berasal dari ASN Perempuan di lingkungan BPOM dan keluarga,” tutur Karjono.

Kepala BPOM Taruna Ikrar, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan vaksinasi, mengapresiasi DPKN dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan program strategis tersebut. Menurutnya, vaksinasi merupakan langkah mulia mengingat urgensinya sebagai upaya pencegahan terhadap potensi maupun ancaman penyakit, khususnya kanker serviks.

“Baik berdasarkan saintifik ilmu farmakologi, saintifik ilmu kedokteran, dan saintifik ilmu kesehatan, pekerjaan hari ini adalah sangat mulia dan mari kita selamatkan ibu-ibu kita, mari kita selamatkan saudari-saudari kita, mari kita selamatkan keluarga besar kita, supaya jangan terjangkit penyakit kanker dengan cara vaksinasi,” tegas Taruna.

Sebagai Kepala BPOM, Taruna menegaskan komitmen lembaganya dalam memastikan keamanan vaksin bagi masyarakat. BPOM menjamin ketersediaan vaksin melalui pengawasan rantai pasok dan cold chain sesuai standar, serta penerapan sistem post-market surveillance, termasuk farmakovigilans.

“Vaksin HPV yang kita miliki memiliki efikasi hampir 100%, yang artinya memiliki khasiat keefektifannya sangat tinggi. Selain itu, BPOM juga telah mendapatkan WHO Listed Authority atau WLA yang terfokus pada vaksin. Apa artinya? Artinya jaminannya itu bukan hanya jaminan di Indonesia, tetapi juga sudah menjadi jaminan dunia,” tegas Taruna.

Usai membuka kegiatan, Taruna Ikrar bersama jajaran pejabat tinggi madya dan pratama BPOM serta perwakilan DPKN meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi. Dalam kesempatan tersebut, Taruna menyapa peserta dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif ASN perempuan dan keluarga dalam mendukung program pencegahan kanker serviks.

Setelah peninjauan, Taruna juga menyampaikan keterangan kepada media dengan kembali menegaskan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat. “Mari kita melaksanakan vaksinasi secara nasional untuk mencegah, melindungi, dan memastikan proteksi dan sekaligus kebahagiaan seluruh anggota kita di seluruh Indonesia,” pungkas Taruna.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate