hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Zulhas Temui UAS, Bahas Pangan hingga Persatuan Bangsa

PeluangNews, Pekanbaru — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan silaturahmi dengan ulama nasional Abdul Somad di Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan menekankan bahwa isu pangan tidak lagi bisa dipandang semata dari sisi produksi, distribusi, atau stabilisasi harga. Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan paling dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan keadilan sosial.

“Pangan adalah fondasi kehidupan rakyat. Karena itu, memastikan ketersediaan dan keterjangkauannya adalah bagian penting dari menghadirkan keadilan sosial,” ujar Zulhas.

Silaturahmi ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan, sementara ulama dan tokoh masyarakat memperkuat nilai moral, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Abdul Somad dikenal sebagai pendakwah dengan pengaruh luas yang kerap menyampaikan pesan tentang akhlak, ukhuwah, dan persatuan. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan agenda pembangunan pangan nasional yang membutuhkan gotong royong lintas sektor, mulai dari pemerintah, petani, nelayan, pelaku usaha, hingga koperasi.

Dengan pengalaman panjang di pemerintahan, Zulhas dinilai memiliki bekal kuat dalam mengoordinasikan kebijakan pangan lintas sektor. Sebelum menjabat Menko Pangan sejak 2024, ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Menteri Kehutanan, Ketua MPR RI, hingga Menteri Perdagangan.

Saat ini, ia bertugas memastikan ekosistem pangan nasional berjalan optimal, mulai dari peningkatan produksi, penguatan distribusi, stabilisasi harga bahan pokok, hingga pemberdayaan petani dan nelayan.

Provinsi Riau sendiri memiliki peran strategis dalam agenda pangan nasional. Selain memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, wilayah ini juga menjadi salah satu simpul ekonomi penting di kawasan barat Indonesia.

Karena itu, pertemuan di Pekanbaru tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi sosial untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pembangunan pangan nasional.

Pesan utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah bahwa membangun sektor pangan berarti membangun kehidupan rakyat dari akar paling dasar—mulai dari pendapatan petani dan nelayan, harga kebutuhan keluarga, kecukupan gizi anak, hingga rasa aman masyarakat.

Silaturahmi antara Zulhas dan UAS pun menjadi simbol kolaborasi kebangsaan dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong kesejahteraan rakyat, sekaligus merawat persatuan Indonesia.

pasang iklan di sini
octa vaganza