dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Warga Sukasari Didorong  Jadi Wirausaha Kerajinan dan Kuliner

Camat Sukasari Zamzam Nurzaman Hanafi-Foto: Humas Kota Bandung.

BANDUNG —-Sebagai salah satu lintasan destinasi wisata di Kota Bandung,  Kecamatan Sukasari berpotensi mengembangkan produk kerajinan dan kuliner.

Hal itu dikatakan Camat   Sukasari Zamzam Nurzaman Hanafi  dalam acara “Bandung Menjawab “ di Balai Kota Bandung,  Wastukancana, Selasa (18/9/2018).

“Kawasan Darul Tauhid yang berlokasi di Geger Kalong, merupakan salah satu destinasi wisata religi. Warga sekitar diajak untuk memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraannya,” papar Zamzam.

Kerajinan dan kuliner merupakan dua produk yang dicari wisatawan. “Kami terus dorong warga untuk memproduksi dua produk ini dan menjadi wirausaha,” ujarnya.

Menurut Zamzam saat ini  warga Kecamatan Sukasari sudah berhasil memproduksi kerajinan dan kuliner yang dikenal wisatawan dan masyarakat. Produk kerajinan yang sudah identik dengan Kecamatan Sukasasi adalah, wayang golek khusus parade.

“Di Kecamatan Sukasari, ada tempat khusus pembuatan wayang golek jenis ini,” ungkapnya.

Sedangkan produk kuliner khas Kecamatan Sukasari antara lain bolu, makanan ringan, dan minuman jahe merah. Produk kuliner tersebut banyak dicari wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.

“Keberhasilan menciptakan produk unggulan ini, diikuti dengan peningkatan kesejahteraan warga,” ucap dia.

Zamzam yakin, usaha yang sekarang dikembangkan warganya akan terus meningkat. Apalagi PKK dan Karang Taruna terus bergerak menciptakan inovasi yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

Kecamatan Sukasari memiliki luas lahan sebesar 627,518 Ha. Secara geografis Kecamatan Sukasari memiliki bentuk wilayah datar / berombak sebesar 85% dari total keseluruhan luas wilayah.

Wilayah bekas Bojonegara ini berada pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Kecamatan Sukasari memiliki jumlah penduduk sebanyak 67.904 jiwa (van),