dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

UKM Kreatif Bandung (5) Kisah Hera dan Sandal Pelangi

Hera Susanti (berhijab) ketika mendapatkan penghargaan sebagai wirausaha muda dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan-Foto: Dokumentasi Pribadi.

BANDUNG-—Ketika masih remaja, Hera Susanti kerap mendapatkan hadiah sandal dengan motif warna-warni seperti pelangi dari teman dekatnya. Rupanya sandal itu membuat perempuan kelahiran Bandung, 11 Juni 1989 ini terpikat dan dia sering memakainya.

Bukan Hera saja yang menjadi kagum, tetapi juga teman-teman, saudara dan tetangganya. Mereka menyatakan apresiasinya dan memberi komentar: “Sandalnya lucu, bagus, beli di mana, berapaan?” cetus mereka seperti yang ditirukan Hera.

Dari cetusan mereka, alumni Politeknik Negeri Bandung ini mendapatkan inspirasi untuk bisnis. Pada 2013 dengan menggunakan tabungannya sebesar Rp750 ribu Hera mulai memproduksi sandal warna-warni.

“Awalnya saya menggunakan cara pemasaran door to door. Setiap pergi ke mana pun selalu membawa produk sandal saya. Setiap bertemu teman, saudara atau kenalan baru sekalian saya menawarkan sandal dengan alasan ingin tahu respon orang. Baru awal 2014 saya mulai merambah ke media sosial,” tutur pendiri Roemah Pelangi, nama usahanya untuk memproduksi sandal dengan brand Mimoy’s ini kepada Peluang, Sabtu (23/6/2018) lalu.

Omzet awal Hera ketika memulai bisnis sekitar Rp2 juta. Awal mula usaha sandal Mimoy’s masih kerja sama dengan perajin sandal. “Saya hanya memberikan desain dan motif sandal yang diinginkan. Baru awal 2014 saya mencoba memproduksi sendiri dengan bantuan tenaga ahli,” ujar Hera.

Setelah lima tahun menjalankan bisnisnya, Hera mengalami usaha sandal yang naik turun. Dia menjadi tahu cara memasarkan yang benar dan setiap bulan meningkat.

Hera kemudian menggunakan dua sistem penjualan, yaitu dengan keagenan dan reseller. Setiap satu kota dipegang oleh satu agen dan beberapa reseller. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi permainan harga.

Kini agen Mimoy’s sudah tersebar di Bandung, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Sukabumi, Semarang, hingga beberapa kota di Kalimantan. Omzet per tahun mulai dari Rp500-850 juta. Tim Mimoy’s tetap untuk saat ini 6 orang dan untuk yang tidak tetap 3 orang.

“Segmen kami untuk semua gender, baik lak-laki dan wanita anak sampai dewasa, usia dari dua tahun sampai 45 tahun. Untuk anak Mimoy’s menawarkan motif yang diminati karakter dan edukasi hewan seperti sandal motif gajah, singa dan lain-lainnya. Untuk dewasa terdapat motif etnik, bunga dan hingga polos,” kata Hera berpromosi.

Ketika ditanya rencana ke depan, Hera menyatakan ingin menambah agen di kota-kota besar di Indonesia. Hera lebih memperbanyak motif sandal yang tidak ada di pasaran, menerima sand custome sesuai desain konsumen (Irvan Sjafari)