banner iklan sticky 160x600px sidebar kiri
banner iklan 160x600 sidebar kanan
Fokus  

Targetkan Pertumbuhan Lebih Dari 10%

Pada tahun ini, Koperasi Keling Kumang Group akan memacu produktivitas koperasi produsen yang membina petani karet dan kelapa sawit untuk mencapai pertumbuhan usahanya.

SEBAGIAN besar anggota Kopdit Keling Kumang mengandalkan komoditas karet sebagai sumber nafkahnya. Pergerakan harga karet sangat berpengaruh terhadap kesejahteraannya. Namun sayangnya, harga karet di tingkat global sejak tahun lalu belum kunjung membaik. Ini yang menyebabkan pertumbuhan usaha Kopdit Keling Kumang hanya sebesar 10% pada 2017.

Kopdit Keling Kumang yang didirikan pada  25 Maret 1993  di kampung Tapang Sambas Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat ini kini berharap dapat mencapai pertumbuhan di atas 10%.  Pada 2017 koperasi mencatatkan aset sebesar Rp 1,3 triliun, pinjaman beredar Rp 800 miliar, dengan simpanan yang terhimpun mencapai 82% dari aset.

Untuk mencapai target tersebut, Keling Kumang Group yang beranggotakan 168 ribu orang akan terus mengembangkan unit-unit usahanya yaitu Kopdit Keling Kumang, Yayasan Keling Kumang, Koperasi Konsumen Lima Dua (K-52), Koperasi Produsen Tujuh Tujuh (K77), dan Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah.

Mengingat bisnis simpan pinjam masih cukup sulit untuk berkembang, pada tahun ini Keling Kumang Group akan menggenjot bisnis dari Koperasi Produsen Tujuh Tujuh (K77).  Koperasi produsen ini membina 2.000 petani aren dan petani kelapa sawit. Tingkat produksi petani aren dan kelapa sawit saat ini sebesar 2 ton perbulan. Ditargetkan, jumlah petani binaan karet dapat bertambah 2.000 petani hingga menjadi 4.000 petani. Sedang petani kelapa sawit produktivitasnya akan digenjot menjadi 4 ton perbulan.

Selama ini, Keling Kumang sudah melakukan pendidikan sekolah lapangan yang dikhususkan kepada Petani Kelapa sawit agar mereka paham pengelolaan kebun kelapa sawit yang benar. Diharapkan melalui pendidikan itu tingkat produktivitas dapat meningkat.

Selain mengandalkan koperasi produsen, Group juga sedang mengembangkan ecowisata dan ecobudaya melalui Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah.  Saat ini sudah ada 48 bilik homestay di kawasan Hutan Adat Sungai Utik dan  4 kamar di kawasan Lubuk Lantang, Kalimantan Barat yang baru diresmikan pada akhir Januari lalu. Bisnis jasa ini diharapkan dapat tumbuh hingga 30% sejalan dengan naiknya minat berwisata.  (Drajat)

iklan investasi berjangka octa.co.id
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id