hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Self-Employed Women’s Association Gujarat, India: Jawaban Koperasi Untuk Kemiskinan Ekstrem

Pendapatan 80% dari 1,5 jutaan lebih anggota meningkat. Kualitas hidup anggota relatif membaik. Koperasi ini  penerima penghargaan internasional Ramon Magsaysay (1985), Right Livelihood (1997), dan Padma Shri (1986).

Pada tahun 1970-an, perempuan miskin di India menghadapi banyak tantangan. Kondisi mereka memprihatinkan, jauh di bawah kategori hidup layak. Mereka bergiat di sektor informal; seperti pekerja rumah tangga, penjual jalanan, dan pekerja seks. Mereka hidup dalam kondisi miskin yang sangat parah. Kemiskinan ekstrem. Tidak memiliki akses ke layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Sering dieksploitasi oleh majikan, pedagang, dan rentenir.

Mereka dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi dan tidak memperoleh upah secara adil. Lebih dari itu, mereka tidak memiliki akses ke kredit formal. Keadaan ini memaksa mereka, mau tak mau, meminjam uang dari rentenir dengan bunga yang mencekik leher. Berkombinasi dengan kondisi dengan rata-rata tingkat pendidikan yang sangat rendah, mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan.

Dimotori Ela Bhatt, sang pionir, dan sekelompok kecil wanita berketetapan membentuk Self-Employed Women’s Association (SEWA). Yang ingin dicapai sederhana saja tapi mulia, yakni memberdayakan kaum wanita di sektor informal dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Basis pemberdayaan emak-emak yang didirikan pada tahun 1972 ini berpusat di Ahmedabad, Gujarat, India.

Personel awalnya cuma segelintir perempuan. Yakni Ela Bhatt, pendiri SEWA; Renana Jhabvala, seorang aktivis sosial; Maniben, seorang penjual sayur; Lalitaben, seorang pekerja rumah tangga; Bhavnaben, seorang penjual makanan; Jayaben, seorang pekerja tekstil; dan Sumitrabahen, seorang penjual bunga. Mereka itulah perintis. Ketujuh perempuan tersebut merupakan anggota perdana SEWA dan menjadi dasar bagi perkembangan organisasi ini.

Mereka bekerja sama untuk membentuk sebuah koperasi yang dapat membantu perempuan-perempuan miskin di Ahmedabad memperbaiki kualitas hidup mereka. SEWA meluncurkan program pemberdayaan dengan menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada kaum wanita untuk meningkatkan keterampilan mereka. Antara lain keterampilan menjahit, membuat kerajinan, dan mengelola usaha kecil; Membentuk koperasi kredit yang memungkinkan mereka meminjam uang dengan bunga rendah untuk memulai atau mengembangkan usaha; Menyediakan dukung finansial untuk membantu mereka meningkatkan pendapatan dan mengelola keuangan.

Selain itu, SEWA tak lupa menyediakan layanan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan vaksinasi; Diperkenalkan pula asuransi jiwa dan kesehatan kepada kaum wanita untuk melindungi mereka dari risiko keuangan; SEWA memperjuangkan hak-hak kaum wanita di sektor informal, termasuk hak atas upah yang adil, kondisi kerja yang aman, dan perlindungan dari eksploitasi; Tak kalah penting adalah pembentukan kelompok-kelompok kaum wanita yang memungkinkan mereka berbagi pengalaman, mendukung satu sama lain, dan meningkatkan kesadaran tentang hak-hak mereka.

SEWA membantu kaum wanita mengembangkan usaha mereka dengan menyediakan pelatihan, dukung finansial, dan akses ke pasar; Melakukan advokasi untuk perubahan kebijakan yang mendukung kaum wanita di sektor informal, seperti peningkatan upah minimum dan perlindungan dari eksploitasi; Memperkenalkan konsep pemberdayaan ekonomi kepada kaum wanita di sektor informal pada mulanya bukanlah tugas yang mudah. Mereka telanjur terbiasa dengan kondisi miskin dan eksploitasi, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami bahwa ada alternatif lain.

Tantangan itu dijawab SEWA dengan konsep pemberdayaan ekonomi. Repotnya, dari pengalaman gagal dan tertipu sebelumnya, mereka sulit percaya ada organisasi yang serius ingin membantu mereka. Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan mereka sulit memahami konsep           pemberdayaan ekonomi. Keterikatan pada tradisi dan norma sosial kerap menghambat mereka untuk mengambil keputusan. Mereka juga sering khawatir akan perubahan yang mungkin terjadi jika mereka mengambil keputusan untuk memberdayakan diri mereka sendiri.

Program yang paling efektif dalam menarik kaum wanita di sektor informal adalah Tabungan. Dengan menabung secara teratur, memiliki uang darurat. Di awal konsep pemberdayaan ekonomi, sebagian menolak bergabung dengan karena mereka tidak percaya bahwa organisasi tersebut dapat membantu mereka. Mereka menolak mengambil pinjaman karena khawatir tidak dapat membayar kembali. Mereka menolak mengikuti pelatihan karena mereka merasa tidak memiliki waktu atau tidak percaya bahwa pelatihan tersebut dapat membantu mereka. Mereka telanjur terbiasa untuk mengikuti keputusan suami atau keluarga mereka.

SEWA tidak menyerah. Mereka menyediakan pendekatan yang lebih personal dan fleksibel untuk membantu kaum wanita tersebut. Antara lain, dengan pendekatan door-to-door: di rumah mereka untuk berbicara tentang program mereka; Pertemuan kelompok-kelompok kecil: untuk berbicara tentang masalah mereka dan berbagi pengalaman; Pendampingan: SEWA menyediakan pendampingan kepada kaum wanita untuk membantu mereka mengambil keputusan dan mengatasi masalah mereka.

Hasilnya? 80% kaum wanita yang berpartisipasi dalam program ekonomi produktif mengalami peningkatan pendapatan sebesar 30-50%; lalu 70% mereka yang berpartisipasi dalam program ekonomi produktif mengalami peningkatan tabungan sebesar 20-40%; dan 60% mereka yang berpartisipasi dalam program ekonomi produktif mengalami penurunan indeks kemiskinan sebesar 15-30%.

Untuk mengukur perbaikan tingkat kesejahteraan, Self-Employed Women’s Association menggunakan beberapa indeks sebagai parameter. Di antaranya, Indeks Kemiskinan: yang mengukur penurunan indeks kemiskinan kaum wanita sebelum dan setelah program ekonomi produktif; dan Indeks Kesejahteraan: yang mengukur peningkatan indeks kesejahteraan kaum wanita sebelum dan setelah program ekonomi produktif.

Program pemberdayaan SEWA telah berhasil meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan kaum wanita miskin di sektor informal di India. Namun, keterlibatan pemerintah dan lembaga lainnya diperlukan: Keterlibatan pemerintah dan lembaga lainnya diperlukan untuk meningkatkan dukungan terhadap program pemberdayaan kaum wanita miskin.

SEWA telah menjadi contoh bagi organisasi lain di seluruh dunia dalam memberdayakan perempuan miskin dan meningkatkan ekonomi lokal. Beberapa keberhasilan SEWA: Lebih dari 1,5 juta anggota di seluruh India; Lebih dari 80% anggota SEWA telah meningkatkan pendapatan mereka; SEWA juga telah membantu mengurangi kemiskinan yang sekaligus berarti meningkatkan kualitas hidup anggota komunitasnya.

Atas kesungguhan dan konsustensi SEWA memberdayakan masyarakat miskin, khususnya emak-emak, di Giujarat, India, koperasi spesialis akar rumput ini telah menerima beberapa penghargaan internasional. Di antaranya, yang terpenting,  Penghargaan Ramon Magsaysay (1985); Penghargaan Right Livelihood (1997); Penghargaan Padma Shri (1986).●(Zian)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate