hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rupiah Tembus Rp17.105, BI Prioritaskan Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Rupiah
Ilustrasi : BI jaga stabilitas rupiah/dok. Global Review.

PeluangNews, Jakarta – Mata uang rupiah mengalami penurunan sebesar 70 poin ke level Rp17.105 per dolar AS atau USD pada penutupan perdagangan, Selasa (7/4/2026).

Atas pelemahan rupiah tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI).

“BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

BI juga secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market.

Konflik Timur Tengah dinilai BI bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara ekspotir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian nasional, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Selasa 7 April 2026, pagi. Rupiah melemah 29 poin atau 0,17% menjadi Rp17.064 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengemukakan, pelemahan rupiah masih dibayangi eskalasi perang AS dengan Iran.

Mengutip Sputnik, Trump memperingatkan Tehran bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran sepenuhnya dalam ‘satu malam’, dan itu mungkin terjadi paling cepat pada 7 April.

Pada 30 Maret, Trump mengatakan Washington akan ‘meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya’ semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Selanjutnya pada Minggu (5/4), Trump mengancam akan menjalankan operasi tersebut pada 7 April, kecuali Iran membuka kembali jalur perairan strategis atau Selat Hormuz.

Presiden Trump menambahkan bahwa saat ini adalah periode kritis dan tindakan AS di masa depan akan bergantung pada respons Iran. Namun, Iran menolak gencatan senjata. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate