dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Pengamat: Kenaikan Harga Sembako Masih Wajar

Ilustrasi telur ayam-Kredit Foto: http://agropandawa77.blogspot.com.

JAKARTA — Pengamat ekonomi dan Institut Pertanian Bogor Profesor Dr Hermanto Siregar mengatakan, kenaikan harga untuk bahan kebutuhan pokok masih dalam batas yang wajar. Hal ini terjadi karena pasokan yang dilakukan pemerintah memadai dan distribusi lacur. Tahun ini relatif tidak ada gangguan musim.

“Boleh dibilang, tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin,” kata Hermanto ketika dihubungi Peluang.

Meskipun, lanjutnya pada sepuluh hari terakhir, harga dgaing dan telur naik . Begitu juga dengan beras, minyak goreng. Untuk itu pemeirntah harus ekstra kerja keras untuk menstabilkannya, karena bisa berakibat pada inflasi.

“Kalau pasokan sudah dilakukan. Tetapi pemerintah harus mengadakan secara sporadis operasi pasar, sidak-sidak pada pasar yang tidak terkendali harganya. Pemerintah juga terus melakukan imbauan, karena bagaimana pun juga kalau terus menerus dilakukan akan didengar,” papar Hermanto.

Hingga Senin 4 Juni 2018 harga telur ayam masih tetap tinggi bantara Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi has per kilogram antara Rp120.000 hingga Rp150.000 dan daging sapi murni berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp130.000.

Informasi Pangan Jakarta menyebutkan, harga cabai merah rata-rata Rp33.418 per kilogram dan bawang merah Rp37. 279 per kilogram. Harga ini relatif stabil. Namun beras untuk kategori IR I Rp11.726 per kilogram, naik sedikit Rp26 dan untuk IR II (ramos) per kilogram mencapai Rp10.742, naik Rp27.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Suhariyanto meminta pemerintah terus mewaspadai kenaikan harga daging ayam dan telur ayam menjelang Lebaran tahun ini. Dia mengatakan, keduanya termasuk sebagian dari sejumlah komoditas yang signifikan menyumbang andil terhadap inflasi pada Mei 2018.

Pemeirntah perlu mengantispasi daging ayamkarena permintaannya akan terus naik sampai Lebaran tiba. Telur ayam juga dominan, ini selalu muncul di Lebaran. Hal ini perlu diwaspadai karena permintaan akan tetap naik sampai Lebaran tiba,” kata Suhariyanto melalui konferensi pers di kantornya, Senin (4/6/2018).

Meskipun, lanjutnya pada sepuluh hari terakhir, harga dgaing dan telur naik . Begitu juga dengan beras, minyak goreng. Untuk itu pemerintah harus ekstra kerja keras untuk menstabilkannya, karena bisa berakibat pada inflasi (van).