hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pascalebaran Waspadai Ancaman Kesehatan Naik, Dompet Menipis

Pascalebaran Waspadai Ancaman Kesehatan Naik, Dompet Menipis
Pascalebaran Ilustrasi: Waspadai ancaman kesehatan naik, dompet menipis/dok.ist

PeluangNews, Jakarta – Pascalebaran kesehatan dan keuangan menjadi ancaman, sejumlah pakar membagikan kiat praktis agar masyarakat dapat kembali menata kesehatan dan kondisi finansial setelah libur Lebaran.

Spesialis Gizi Klinik RSPI–Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan bahwa kondisi tubuh yang terasa bugar belum tentu mencerminkan kesehatan yang optimal. “Seseorang bisa saja merasa sehat secara fisik, tetapi indikator kesehatannya belum tentu baik. Bahkan, risiko gangguan metabolik bisa saja sudah muncul. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin merupakan langkah preventif yang lebih bijak dibandingkan pengobatan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad (5/4/2026).

Dalam temu media bertajuk “Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” di Jakarta, kemarin, ia juga menyoroti lonjakan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit.

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan, tren Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas terus meningkat, bahkan pada kelompok usia 16–30 tahun. Kondisi ini dipicu pola makan yang kurang sehat serta minimnya aktivitas fisik, terutama di era digital.

Menurut Juwalita, meningkatnya kasus penyakit pada usia muda menjadi sinyal bahwa risiko kesehatan kini dapat muncul lebih dini. Oleh karena itu, momen pascalebaran dinilai tepat untuk kembali membangun gaya hidup sehat sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia menekankan pentingnya prinsip “know your numbers”, yakni mengenali kondisi tubuh melalui pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan indeks massa tubuh.

Sementara itu, pembawa acara dan model Donna Agnesia menilai bahwa olahraga yang dilakukan secara konsisten pada akhirnya akan menjadi kebutuhan alami tubuh. Ia menegaskan bahwa kesibukan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan kesehatan.

Baca Juga: Maybank Apresiasi Siswa & Sekolah Terbaik dalam Literasi Keuangan se-ASEAN

Dari sisi keuangan, Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, menjelaskan bahwa ketahanan finansial tidak hanya bergantung pada besarnya penghasilan, tetapi juga pada kedisiplinan dalam mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta memiliki perlindungan finansial.

Ia menambahkan, periode pascalebaran kerap diwarnai tekanan keuangan akibat akumulasi pengeluaran, mulai dari kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi masalah finansial jangka panjang.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera menata kembali pos keuangan, terutama yang berisiko memicu utang konsumtif. Secara umum, alokasi keuangan ideal mencakup 50–60 persen untuk kebutuhan rutin, 10–20 persen untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi dengan proteksi.

“Pascalebaran adalah momentum yang tepat untuk melakukan reset finansial. Mulai dari disiplin mengatur arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, hingga melengkapi diri dengan proteksi agar kondisi keuangan tetap aman dari risiko tak terduga,” kata Yan.

Sementara itu, Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menambahkan bahwa kesehatan dan finansial harus berjalan seimbang. Pola hidup sehat perlu didukung dengan perlindungan, sementara proteksi tanpa disiplin finansial tidak akan memberikan hasil yang optimal. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate