dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Manajemen Sosiologis ala Barnard

Manajer harus memperoleh otoritas dengan memperlakukan bawahan dengan hormat dan kompeten. Respek mestinya tumbuh dari komunikasi yang sehat dan bermanfaat.

 

BARNARD memandang organisasi sebagai sistem kooperatif. Terdiri dari komponen fisik, biologi, pribadi, dan sosial yang kompleks. Keseluruhannya berada dalam hubungan sistematis yang spesifik. Tesisnya, kerja sama dua orang atau lebih diperlukan untuk setidaknya satu akhir yang pasti. Sebab, kita, kata Chester Irving Barnard, pada dasarnya masuk ke dalam pengaturan kooperatif untuk mencapai hal-hal yang tidak dapat kita lakukan sendiri.

Dia memandang organisasi mirip dengan organisme hidup yang berusaha bertahan di lingkungan yang tidak bersahabat. Demikian pula, dia menyadari bahwa sebuah organisasi tidak swasembada, namun perlu mengandalkan sumber daya dari lingkungan luar yang memungkinkannya berfungsi dan juga membatasi tindakan organisasi.

Misalnya, sebuah organisasi membutuhkan modal, tenaga kerja, peralatan, dan sumber daya untuk berfungsi dan mencapai tujuannya. Di sisi lain, sains dan teknologi adalah sumber daya di lingkungan yang dapat disadap oleh sebuah organisasi tetapi juga membatasi apa yang dapat dicapai. Kita tidak bisa mencapai tujuan yang berada di luar hukum fisika, misalnya.

Bagi Barnard (1886-1961), sebuah organisasi perlu mencapai ekuilibrium sistem, yang melibatkan dua proses yang saling terkait. Pertama, berkaitan dengan ekuilibrium antara karakteristik organisasi dan lingkungan eksternalnya. Kedua, mencoba menyeimbangkan kontribusi yang dibuat oleh anggota organisasi terhadap tujuan kolektif organisasi dan tingkat kepuasan yang diterima organisasi dan anggota dalam pertukaran.

Komponen penting teori manajemen Barnard adalah tentang dorongan dan kontribusi. Teori ini tidaklah rumit-rumit amat. Pada tingkat yang paling dasar, itu hanya teori motivasi. Buktinya, seorang karyawan akan terus bekerja untuk organisasi, jika layak, untuk sementara waktu. Andai gaji, tunjangan, dan kepuasan kerja lebih besar daripada biaya yang dirasakan dari pekerjaan Anda yang diberikan kepada organisasi, Anda toh akan terus berkontribusi.

Buku klasik Barnard tahun 1938, The Functions of the Executive membahas fungsi eksekutif, yang dirangkumnya ke dalam empat pokok: membangun dan memelihara sistem komunikasi; mengamankan layanan penting dari anggota lainnya; merumuskan tujuan dan sasaran organisasi, dan mengelola orang dan memastikan mereka melakukan pekerjaan mereka.

Gagasan Barnard tentang kewenangan dan insentif cukup menarik. Keduanya terlihat dalam konteks sistem komunikasi yang didasarkan pada tujuh peraturan penting: saluran komunikasi harus pasti; setiap orang harus mengetahui saluran komunikasi; setiap orang harus memiliki akses ke jalur komunikasi formal; garis komunikasi harus sesingkat dan setegas mungkin; kompetensi orang-orang yang melayani sebagai pusat komunikasi harus memadai; garis komunikasi tidak boleh terganggu saat organisasi berfungsi; dan setiap komunikasi harus disahkan.

Dengan demikian, komunikasi jadi  berwibawa karena bertumpu pada bawahan, bukan dengan atasannya. Dia seakan menegaskan, manajer harus memperoleh otoritas dengan memperlakukan bawahan dengan hormat dan kompeten. Sedangkan untuk insentif, dia mengusulkan dua cara untuk meyakinkan bawahan untuk bekerja sama: insentif dan persuasi yang nyata. Barnard sangat mementingkan persuasi, jauh lebih daripada insentif ekonomi.

Dia menjelaskan insentif umum dan insentif spesifik. Pilar insentif spesifik baginya adalah: uang dan bujukan material lainnya; kesempatan non-material pribadi untuk perbedaan; kondisi fisik pekerjaan yang diinginkan; dan manfaat ideal.●(dd)