
PeluangNews, Jakarta — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) untuk memperkuat pemberdayaan pelaku usaha kuliner.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 anggota, diselenggarakan di kediaman pendiri Ikaboga Dewi Motik, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dalam acara ini, Ikaboga turut menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) guna membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM anggota.
Ketua Umum Ikaboga, Retno Multriarti, mengatakan fasilitas pembiayaan yang disiapkan BSI mencapai Rp0 hingga Rp100 juta dan ditujukan bagi anggota yang memiliki usaha kuliner.

“Kegiatan hari ini bertepatan dengan Halalbihalal Idulfitri, kami mengundang seluruh anggota Ikaboga. Dalam kesempatan ini, BSI juga memberikan peluang pinjaman Rp0 sampai Rp100 juta untuk anggota kami yang memiliki usaha UMKM, dengan skema yang memudahkan,” ujar Retno, kepada PeluangNews.
Menurut Retno, kegiatan tersebut bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bagian dari program berkelanjutan organisasi dalam memperkuat ekonomi anggota.
Ia menambahkan, agenda serupa juga akan digelar di berbagai daerah melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC), seperti Yogyakarta dan Bandung.
Lebih jauh, Retno menjelaskan bahwa Ikaboga merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan kuliner dan pemberdayaan masyarakat. Mayoritas anggota organisasi merupakan instruktur yang aktif memberikan pelatihan memasak kepada masyarakat, termasuk kelompok rentan.
“Kami mengajarkan masyarakat yang belum memiliki keterampilan agar bisa memasak dan berwirausaha. Kami juga sering mendapat kepercayaan untuk melatih anak putus sekolah dan masyarakat kurang mampu agar memiliki usaha mandiri,” jelasnya.
Dalam menjalankan program pemberdayaan tersebut, Ikaboga menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi itu diwujudkan dalam pelatihan keterampilan kuliner serta pendampingan hingga peserta mampu menjalankan usaha.
“Program andalan kami adalah melatih masyarakat, termasuk anak-anak putus sekolah, hingga mampu berwirausaha. Pendampingannya kami lakukan secara penuh agar mereka benar-benar mandiri,” katanya.
Ikaboga sendiri telah berdiri selama 38 tahun dan didirikan oleh Dewi Motik. Retno menyebut peran pendiri sangat besar dalam menjaga keberlanjutan organisasi hingga saat ini.
“Beliau memiliki jaringan luas dan terus mendorong generasi penerus untuk mengembangkan Ikaboga agar tetap relevan dan tidak lekang oleh waktu,” ungkap Retno.
Ke depan, Ikaboga menargetkan semakin banyak masyarakat yang dapat diberdayakan melalui sektor kuliner, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penguatan UMKM nasional.
“Kuliner memiliki peluang yang sangat besar. Kami ingin terus mencerdaskan masyarakat melalui pelatihan kuliner dan membantu pemerintah dalam menciptakan wirausaha baru,” pungkas Retno.








