
PeluangNews, Medan – Generasi muda didorong menjadi penggerak utama dalam transformasi koperasi desa. Melalui penguatan Gerai Koperasi Desa (Kopdes), pemerintah berharap koperasi mampu berkembang menjadi pusat inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi desa yang berbasis digital.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Satuan Tugas Wilayah Sumatera Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, La Ode Karsid, saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama komunitas Generasi Z, Ahad, 15 Maret 2026 di Medan, Sumatra Utara.
Menurut Karsid, keterlibatan anak muda menjadi kunci penting dalam mentransformasi koperasi desa agar mampu mengikuti perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat.
“Koperasi desa tidak cukup lagi hanya berfungsi sebagai tempat jual beli. Kopdes harus berkembang menjadi ruang kreatif sekaligus pusat bisnis yang membuka peluang bagi generasi muda desa untuk memasarkan produknya secara profesional,” ujar Karsid kepada wartawan di Medan, dikutip Selasa (17/3/2026).
Ia menilai generasi muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi digital, mulai dari pengelolaan media sosial hingga strategi pemasaran dan pengemasan produk yang lebih modern. Kemampuan tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing produk UMKM desa agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut Karsid menjelaskan, peran LPDB Koperasi sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi tidak hanya terbatas pada penyaluran dana bergulir kepada koperasi.
Saat ini, kata dia, LPDB juga berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan koperasi melalui berbagai program pendampingan, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, manajemen risiko, hingga pengembangan model bisnis koperasi yang lebih adaptif.
Baca Juga: Saatnya Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
Pendekatan tersebut dilakukan agar koperasi desa tidak hanya memiliki akses terhadap permodalan, tetapi juga memiliki kapasitas kelembagaan yang kuat serta sistem usaha yang berkelanjutan.
Melalui pembiayaan produktif yang disalurkan LPDB, koperasi diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai agregator sekaligus offtaker bagi produk-produk masyarakat desa. Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi ruang inkubasi bagi pelaku UMKM yang digerakkan oleh generasi muda.
Karsid menambahkan, kolaborasi antara LPDB, koperasi, dan wirausaha muda berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri dan dinamis. Dengan ekosistem tersebut, aktivitas ekonomi tidak lagi bertumpu di perkotaan, melainkan tumbuh dari desa melalui penguatan usaha produktif masyarakat.
“Transformasi gerai koperasi desa harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa. LPDB hadir bukan sekadar penyedia pembiayaan, tetapi juga mitra pertumbuhan koperasi untuk membangun desa yang produktif dan berdaya saing,” tutupnya. (Aji)








