hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

Pertapreneur Aggregator Pertamina Dorong Transformasi UMKM

Harumi Kartini, founder Harumi Fashion asal Jakarta/ Foto: Dok. Pertamina

PeluangNews, Jakarta – Transformasi cara pandang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pengelolaan bisnis terus tumbuh seiring hadirnya berbagai program pendampingan berkelanjutan. Salah satunya melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang diinisiasi PT Pertamina (Persero), yang mendorong UMKM untuk berkembang tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dari tata kelola dan sistem organisasi.

Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Harumi Kartini, founder Harumi Fashion asal Jakarta, yang berhasil masuk dalam 10 besar Program Pertapreneur Aggregator 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, perluasan akses pasar, serta peningkatan kualitas dan daya saing usaha secara menyeluruh.

“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang,” kata Harumi.

Harumi mengawali perjalanan usahanya dengan menyediakan layanan desain kemasan (packaging), branding visual, materi promosi digital, hingga strategi visual storytelling. Melalui jasa tersebut, ia membantu banyak pelaku UMKM lain agar mampu tampil lebih profesional dan menarik di mata pasar.

Seiring berjalannya waktu, Harumi kemudian mengembangkan lini usaha desain fashion untuk produk busana muslim, seperti baju, mukena, dan jilbab. Produk-produk ini kini banyak diminati UMKM yang ingin menghadirkan ciri khas visual pada lini fashion mereka.

“Saya memulai jasa desain ini karena banyak UMKM punya produk bagus, tapi visualnya kurang menarik. UMKM perlu memperhatikan kemasan dan desain produk untuk menarik konsumen,” jelas Harumi, yang memandang pelaku UMKM lain sebagai mitra strategis dalam pengembangan usahanya.

Pola pikir tersebut semakin menguat setelah Harumi mengikuti Program Pertapreneur Aggregator. Ia mulai meninggalkan pendekatan founder-centric dan beralih menuju organisasi yang berbasis sistem, kepemimpinan, serta kolaborasi tim.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat sejalan dengan Asta Cita Poin 3, yakni penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujar Baron.

Bagi Harumi, transformasi tersebut terasa nyata dalam operasional bisnis sehari-hari. Standarisasi kerja, pembagian peran, serta pengambilan keputusan yang sebelumnya terpusat pada dirinya, kini mulai dijalankan melalui sistem yang lebih terstruktur. Bahkan, untuk pertama kalinya Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.

“Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju,” ungkap Harumi. Ia menambahkan bahwa perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibandingkan terlibat langsung dalam operasional harian.

Transformasi pola pikir ini juga memengaruhi cara Harumi mengambil keputusan bisnis. Ia menjadi lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

“Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur,” jelasnya.

Melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina membangun UMKM yang tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi. Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

pasang iklan di sini
octa vaganza