
PeluangNews, Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) menjadi pemasok peralatan produksi pertanian bagi petani Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian desa sekaligus memperkuat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Ferry menegaskan, kerja sama antara Kementerian Koperasi, CCPIT in Indonesia, dan Induk Koperasi Unit Desa (KUD) menjadi langkah strategis untuk mempercepat operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.
Sebagai organisasi perdagangan terbesar di Tiongkok, CCPIT dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi koperasi yang berkelanjutan di Indonesia.
“Saya meyakini kolaborasi seperti ini bakal memperkuat ekosistem bisnis yang sedang kita bangun bagi Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry usai menerima audiensi perwakilan CCPIT in Indonesia Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi di Jakarta, Jumat (9/1).
Menurut Ferry, sektor pertanian desa memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan pangan nasional jika dikelola secara kolektif melalui koperasi. Karena itu, Kopdes Merah Putih diarahkan menjadikan pertanian sebagai unit usaha utama.
Ia juga menyoroti masih banyaknya potensi sumber daya alam desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, desa-desa di Indonesia memiliki lahan dan komoditas pertanian yang mampu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
“Kalau potensi itu dikelola bersama, dampaknya bisa dirasakan luas, bukan hanya oleh anggota koperasi, tetapi juga masyarakat sekitar,” kata Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menilai keterlibatan koperasi dalam pengelolaan pertanian akan menciptakan efek ganda bagi perekonomian desa. Selain meningkatkan produksi pangan, aktivitas usaha koperasi juga berpeluang membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai ekonomi lokal.
“Maka, keberadaan Kopdes Merah Putih harus diarahkan pada pengelolaan potensi spesifik yang dimiliki masing-masing daerah, bukan sekadar menjalankan usaha seragam. Pendekatan ini lebih adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan desa,” pungkasnya.
.








