hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Investasi Bernilai Akhirat, Kisah Risa Bhinekawati Bersama Koperasi Syariah BMI

Foto: Istimewa

PeluangNews, Jakarta – Di tengah pencarian banyak orang akan makna hidup yang lebih tenang dan bermanfaat, kisah tentang keberlanjutan, kepedulian sosial, dan kepercayaan kerap lahir dari pengalaman nyata.

Salah satunya datang dari Risa Bhinekawati, seorang akademisi sekaligus praktisi pembangunan berkelanjutan, yang menemukan harmoni antara nilai spiritual dan ekonomi melalui Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI).

Risa menuturkan bahwa ketenangan hidup, kebermanfaatan sosial, dan keberlanjutan ekonomi bukanlah konsep yang saling bertentangan. Ketiganya, menurut Risa, justru dapat berjalan seiring ketika dikelola melalui lembaga koperasi yang amanah dan profesional.

Risa Bhinekawati dikenal sebagai pendiri sekaligus partner di Svara Research Indonesia serta dosen di STEBANK Islam Mr Sjafruddin Prawiranegara. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade sebagai akademisi dan praktisi, perjalanan Risa mengenal BMI bermula dari kebutuhan akademik, bukan dorongan investasi. Saat menempuh studi magister Ekonomi Syariah di Institut Tazkia, BMI menjadi salah satu objek kajiannya.

Namun, seiring waktu, hubungan tersebut berkembang dari sekadar kepentingan akademik menjadi kepercayaan jangka panjang. Risa mengakui bahwa ketertarikannya pada koperasi sudah muncul sejak lama karena nilai gotong royong yang melekat di dalamnya, meski ia tetap bersikap hati-hati.

“Saya memang sejak lama tertarik pada koperasi karena asas gotong royongnya. Tapi jujur, saya juga cukup hati-hati karena stigma koperasi di masyarakat,” ujarnya, dikutip Kamis (8/1).

Keyakinan Risa semakin menguat ketika ia mengunjungi Kantor Koperasi Syariah BMI Cabang Cisauk dan terlibat langsung dalam aktivitas Rembug Pusat Anggota Cisauk pada 2022. Dari keterlibatan tersebut, ia menyaksikan secara langsung praktik pemberdayaan yang dijalankan BMI kepada masyarakat kecil.

Menurut Risa, pembiayaan yang diberikan tidak didasarkan pada belas kasihan, melainkan pada proses pendampingan yang menumbuhkan tanggung jawab dan menjaga martabat anggota.

“Di BMI, orang pinjam untuk usaha dan mereka bayar. Ada edukasi, ada tanggung jawab. Itu yang membuat saya yakin,” katanya.

Kepercayaan tersebut mendorong Risa menempatkan dananya secara bertahap di Koperasi Syariah BMI. Hingga kini, total dana yang dikelola mendekati Rp2 miliar dan tersebar dalam berbagai portofolio simpanan. Meski demikian, Risa menegaskan bahwa imbal hasil finansial bukanlah tujuan utamanya.

Baginya, nilai terpenting adalah bagaimana dana tersebut dapat berputar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya kelompok kecil yang membutuhkan akses permodalan secara adil dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Risa juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk mewakafkan dananya di BMI. Dana tersebut direncanakan menjadi dana abadi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ultra miskin.

“Kami ingin harta ini tetap hidup dan bermanfaat setelah kami wafat. Itu investasi akhirat,” ucapnya.

Kisah Risa Bhinekawati menjadi potret bahwa kepercayaan, nilai kemanusiaan, dan visi jangka panjang dapat berpadu dalam praktik ekonomi syariah yang berkeadilan. Sebuah inspirasi bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari jejak manfaat yang ditinggalkan bagi sesama.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza