
PeluangNews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (9/1/2026). Sejumlah wilayah bahkan diprakirakan diguyur hujan lebat yang disertai petir.
Berdasarkan sistem peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Sumatera seperti Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, dan Palembang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan diguyur hujan lebat yang disertai kilat.
“Beberapa wilayah Sumatera berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir,” ujar Prakirawan BMKG Ina Indah dalam siaran resminya, di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Banten. Adapun Surabaya diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas lebat disertai sambaran petir.
Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Sementara Tanjung Selor serta Banjarmasin berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat.
Wilayah Bali dan Mataram diprediksi mengalami hujan ringan. Sementara Kupang berpotensi diguyur hujan lebat yang disertai petir.
Di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Mamuju, Makassar, Kendari, Palu, dan Gorontalo. Sementara Manado dan sebagian wilayah lainnya diperkirakan berawan.
Berpindah ke Indonesia bagian timur, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Adapun Manokwari dan Ambon diprakirakan berawan.
Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi yang dapat mencapai enam meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk di wilayah Laut Natuna Utara.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menyampaikan bahwa gelombang tinggi tersebut diperkirakan berlangsung pada periode 7 hingga 10 Januari 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya serta Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina.
“Kedua sistem tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: BMKG Perkirakan Sebagian Wilayah DKI Jakarta Terjadi Hujan Ringan Hingga Sore
BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa pengelolaan informasi cuaca dan iklim yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam manajemen risiko bencana hidrometeorologi. Informasi yang kuat dinilai penting untuk mendukung sistem peringatan dini, upaya mitigasi, hingga pengambilan keputusan kebencanaan yang tepat. (Aji)








