
PeluangNews, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus menggenjot percepatan sertifikasi halal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditempuh melalui pelatihan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berperan sebagai penyelia halal di dapur-dapur MBG.
Kepala BPJPH Haikal Hassan menegaskan, percepatan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk menyambut penerapan penuh kebijakan wajib sertifikasi halal pada Oktober 2026.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (9/2/2026), Haikal menjelaskan bahwa kepala SPPG dipilih karena berada di garis terdepan dalam proses penyediaan makanan. Dengan dilatih sebagai penyelia halal, mereka bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan—mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan—sesuai dengan standar jaminan produk halal.
“Ini cara paling cepat. Kepala dapur kita latih menjadi penyelia halal. Mereka tahu bagaimana mengecek minyak, bahan baku, kecap, dan seluruh prosesnya,” ujar Haikal.
Menurut Haikal, pola ini membuat kepala SPPG berfungsi sebagai perpanjangan tangan BPJPH di lapangan. Dengan kewenangan tersebut, mereka dapat segera melakukan evaluasi dan tindakan apabila menemukan bahan atau proses yang tidak memenuhi ketentuan halal.
Selain pelatihan, BPJPH juga menerapkan pengawasan acak terhadap dapur-dapur MBG guna memastikan kepatuhan terhadap standar halal tetap terjaga.
Baca Juga: Prabowo: Program MBG Telah Ciptakan Satu Juta Lapangan Kerja
Hingga saat ini, BPJPH telah melatih 3.168 kepala SPPG menjadi penyelia halal. Namun angka tersebut masih jauh dari kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 20.000 penyelia halal.
Haikal menegaskan, upaya percepatan akan terus dilakukan karena penyelia halal merupakan ujung tombak dalam menjamin kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat, khususnya dalam program strategis seperti MBG.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi kebijakan wajib halal, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem halal nasional, sejalan dengan visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. (Aji)








