hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Bencana Longsor di Cisarua, 44 Bodypack Korban Teridentifikasi

Ilustrasi: Bencana longsor | Foto: Ayo Bandung.

PeluangNews, Jakarta – Pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan Tim SAR gabungan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 44 bodypack korban.

Menurut Hendra, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban yang saat ini masih hilang.

Pada hari ke-8 pencarian, Sabtu (31/2/2026), Tim SAR gabungan menemukan 10 jenazah korban. Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi menjadi 65 orang. Diperkirakan, masih ada 10 korban lainnya yang dinyatakan tertimbun.

Saat ini proses identifikasi masih terus berjalan dengan mengedepankan ketelitian dan kehati-hatian.

“Tim DVI bekerja maksimal dan profesional untuk memastikan setiap korban dapat teridentifikasi dengan akurat. Sebanyak 44 telah berhasil diidentifikasi. Proses ini kami lakukan secara bertahap sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” kata Hendra.

Dia mengungkapkan, Polda Jabar, unsur TNI, pemerintah daerah, dan relawan terus berupaya melakukan pencarian korban lainnya.

“Selain fokus pada pencarian dan identifikasi korban, kami juga memastikan dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan masyarakat terdampak terus berjalan,” ucap Kombes Hendra Rochmawan.

Sementara itu, Unit K9 Direktorat Samapta Polda Jawa Barat terus menyisir di lokasi bencana longsor sebagai upaya pencarian korban yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sebanyak 70 personel Ditsamapta Polda Jawa Barat yang di antaranya personel Unit K9 Polda Jabar, terlibat langsung dalam kegiatan penanganan bencana longsor tersebut.

Personel dikerahkan untuk memperkuat proses pencarian korban serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat di area terdampak.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit K9 bersama personel pengamanan menerima laporan dari masyarakat terkait adanya bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai korban di wilayah ujung C3.

Penyisiran dilakukan dengan melibatkan anjing – anjing pelacak, masing- masing satu ekor anjing pelacak milik Polda Jawa Barat jenis Labrador dan satu ekor anjing pelacak milik Polres Cimahi jenis Belgian Malinois.

Kedua anjing pelacak itu digunakan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun material longsoran di lokasi yang dilaporkan masyarakat.

“Unit K9 kami kerahkan untuk memperkuat proses pencarian, khususnya di area yang sulit dijangkau personel. Setiap laporan warga kami respon secara cepat agar proses pencarian dapat berjalan optimal,” ujar Hendra.

Semua jenazah ditemukan melalui penyisiran intensif di sejumlah titik sektor pencarian (worsite) sejak pagi hingga sore hari. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate