
PeluangNews, Batam-Pemerintah Kota Batam mulai memanaskan mesin kerja sama perdagangan internasional dengan resmi menjajaki penguatan perdagangan bilateral dengan Malaysia setelah menerima kunjungan kerja delegasi Dewan Pemasaran dan Perdagangan Malaysia Antarbangsa (Malaysia International Marketing and Trade Council/MIMTC) di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Embung Fatimah itu menjadi langkah awal membangun kolaborasi konkret antara pelaku usaha Batam dan Malaysia, terutama di sektor perdagangan, industri, dan jasa.
Delegasi MIMTC yang dipimpin Zuber Bin Hj Bakri disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Pemkot Batam menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MIMTC yang melihat Batam sebagai mitra strategis di kawasan regional.
Yusfa Hendri menegaskan, Batam hingga kini masih menjadi magnet investasi asing, termasuk dari Malaysia. Letak geografis yang berada di jalur perdagangan internasional serta dukungan kawasan industri dan infrastruktur yang terus berkembang menjadi keunggulan utama Batam.“Batam tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi asing, khususnya dari Malaysia. Posisi strategis dan ekosistem industri yang terus tumbuh membuat Batam sangat terbuka untuk kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Yusfa Hendri.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha Malaysia yang ingin mengembangkan pasar maupun menanamkan investasi di Batam. Pemkot juga berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan dukungan kebijakan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.“Kami siap memfasilitasi dan memberikan kemudahan bagi investor. Prinsipnya, selama membawa manfaat ekonomi dan membuka peluang kerja, Pemkot Batam sangat terbuka,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Delegasi MIMTC Zuber Bin Hj Bakri mengungkapkan ketertarikan pelaku usaha Malaysia terhadap berbagai sektor unggulan di Batam. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis sebagai gerbang masuk produk dan jasa Malaysia ke pasar Indonesia.
Diskusi berlangsung dinamis dengan pemaparan potensi daerah oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pembahasan difokuskan pada peningkatan volume perdagangan komoditas unggulan, peluang investasi sektor industri dan jasa, serta upaya penyederhanaan rantai pasok lintas wilayah.
Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi perdagangan Batam–Malaysia ke depan. Langkah ini diharapkan menjadi pintu awal peningkatan arus investasi dan perdagangan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Batam.








