JAKARTA— Ibu rumah tangga bisa kreatif, sambil mengurus suami dan anak bisa juga menjadi pengusaha menambah penghasilan dengan produk inovatif dan tampil beda. Hal ini dibuktikan, Yeni Eka Permatasari, 31 tahun membuat olahan minuman lemon dipadukan rempah-rempah dengan nama brand ZuZa.
Warga Srengseng Sawah, di kawasan pinggiran Jakarta Selatan ini memang berniat mengembangkan jiwa entrepreneurnya dengan mengikuti kegiatan pelatihan kuliner dari Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Selatan pada 25 Maret 2019.
Jiwa wirausaha menurun dari ayahnya seorang wirausaha ( bordir baju ). Kemudian dia suka berdagang dari ekolah mulai jualan jepitan dan sebagainya.
Kemudian berjualan daring (onlineshop) baju, camilan dan sebagainya sebagai reseller. Nah, ketika mengikuti pelatihan itu ibu dua anak ini terinspirasi ingin mempunyai produk andalan sendiri.
“Pertama kali saya membuat minuman olahan susu tapi karena untuk ketahanannya kurang lama dia beralih ke produk lain. Akhirnya mencoba membuat minuman sereh lemon dengan nama brand Dapur Umi Yenny dimulai pada 26 April 2019,” ungkap perempuan kelahiran 18 Juli 1990 ini kepada Peluang, Kamis (22/12/21).
Pada pelatihan selanjutnya dari dinas yang sama terkait untuk kemasan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hinga penddaftaran kehalalan MUI, mengharusnya Yenny mencari nama brand yang belum terdaftar di HKI. Dari pelatihan itu lahirlah nama ZuZa diambil dari nama kedua anak laki-lakinya ZUbair dan ZAini
Konsep Zuza Sereh Lemon itu minuman segar yang dibuat dengan sereh dan lemon sereh dan gula murni untuk pemanisnya ( yang kadarnya sesuai pesanan ).
Resepnya dibuat sendiri belajar setiap hari membuat trial error sampe menemukan rasa yang pas dengan modal awal Rp500.000 dan awalnya dipasarkan ke kalangan teman-temannya melalui WhatsApp
Zuza sereh lemon terdiri dari 5 varian, Sereh Lemon Selasih, Sereh lemon jahe, Sereh lemon madu, Sereh Lemon Gula Aren, Sereh lemon kembang Teleng Ditambah lagi jeruk peras dicampur lemon dan teh Rosella ungu / merah. Produk ini dijual dalam botol 250 mililiter dengan harga Rp10 ribu per botol.
“Sebelum pandemi dalam sebulan saya bisa produksi sekitar 1000 botol untuk temen-teman saya yang jadi reseller terkadang bawa ke kantornya untuk dijual lagi. Saya bisa meraup omzet sekitar Rp5 juta dan usaha dikerjakan keluarga saja,” tambah Yenny.
Sementara untuk mensiasati usaha di masa pandemi, Yenny melakukan penjualan online menggunakan jasa gofood, grabfood, shoppefood. Produksi hanya berdasarkan pesanan.
Yenny mengaku mengikuti program Jakpreneur sejak pelatihan di Sudin Perindustrian tersebut dan banyak mendapat manfaat seperti banyak teman, banyak ilmu banyak pelajaran berharga dan dibantu mengembangkan produk hingga pemasaran.
“Ke depan saya ingin terus berinovasi untuk usaha saya, tidak hanya minuman sereh lemon tapi bisa menciptakan makanan atau minuman unik lainnya, semoga usaha saya terus berkembang dengan baik agar bisa membantu sesama,” tutup tamatan sebuah SMK ini (Irvan).





