
PeluangNews, Bogor – Perkembangan pesat kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dinilai telah mengubah wajah jurnalisme secara mendasar. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada cara produksi berita, tetapi juga mengguncang keberlanjutan industri pers secara global.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat berbicara dalam Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1/2026).

Nezar menjelaskan bahwa setelah media bermigrasi dari platform tradisional ke digital, industri pers kembali dihadapkan pada gelombang disrupsi baru. Kali ini, tantangan datang dari dominasi platform digital yang bekerja dengan teknologi algoritma dan AI.
Distribusi berita, menurutnya, tidak lagi sepenuhnya berada di tangan redaksi. Platform digital kini memainkan peran besar dalam menentukan apa yang dikonsumsi publik.
“Kita menghadapi fenomena zero click, di mana masyarakat cukup membaca ringkasan berita yang dihasilkan AI tanpa harus membuka media sumbernya. Ini berdampak langsung pada trafik media dan keberlanjutan industri pers,” ujar Nezar.
Ia mengutip hasil riset global yang dilakukan Reuters Institute dan University of Oxford yang menunjukkan menurunnya optimisme pelaku media terhadap masa depan jurnalisme. Bahkan, trafik media digital dilaporkan turun lebih dari 40 persen seiring meningkatnya konsumsi informasi melalui platform digital dan layanan berbasis AI.
Di sisi lain, Nezar menyoroti pemanfaatan konten jurnalistik oleh perusahaan teknologi yang belum sepenuhnya diimbangi dengan skema perlindungan dan kompensasi yang adil bagi media.
“Isu hak cipta dan model kerja sama yang berkeadilan antara media dan platform digital menjadi persoalan strategis yang harus dijawab bersama,” tegasnya.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyiapkan sejumlah langkah kebijakan. Salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau Publisher Rights.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang akan menjadi pedoman pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih adil serta memastikan jurnalisme berkualitas tetap memiliki masa depan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.








