hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Yulia Rahmatin, Jual Aksesoris dari Limbah Kain dan Kayu

MATARAM-—Pada zaman teknologi digital, belajar kini tidak harus ke negeri China, tetapi juga bisa dari media sosial Youtube.  Hal ini  dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Yulia Rahmatin.

Berkat ketekunannnya berselancar, Yulia belajar seni decoupage (seni memotong dan menghias dengan kertas).  Kemudian dia terpikir mengapa tidak membuat sesuatu dari kayu dan bambu bekas yang sudah jelek, kemudian dikombinasikan dengan seni decoupage sehingga menjadi produk kerajinan yang  bar.

“Saya juga menggunakan kain sisa jahitan untuk membuat bros dan aksesoris. Awalnya  terinspirasi dari sisa jahitan baju anak kemudian dibuat bros dan aksesoris yang senada dengan bajunya,” ungkap Yulia kepada  Peluang, melalui  WhatsApps, Jumat (5/6/20).

Produk kerajinan inilah yang dijual di sebuah toko bertajuk Ayya. Menurut Yulia, toko ini sudah seebetulnya sudah berdiri sejak 12 tahun lalu, tetapi masih menjual Alat Tulis Kantor dan parfum yang awalnya merupakan usaha suaminya.

Sebagai orang yang pernah bekerja di sebuah bank, kemudian menikah,  alumni jurusan Akutansi Universitas Mataram ini  membutuhkan kegiatan untuk tidak bosan.  Kegiatan yang tidak hanya sekadar menunggu toko, tetapi juga memproduksi sesuatu.

“Akhirnya saya memproduksi aneka aksesoris, baik bahan dari daur ulang maupun yang saya beli. Harganya berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp90 ribu. Pemasarannya juga melalui media sosial dan jangkauannya sampai luar daerah,” ucap Yulia, seraya menyebutkan nama Ayya adalah keponakan suaminya yang dijadikan nama toko hingga sekarang,

Yulia mampu memproduksi aksesorisnya satu lusin per hari dibantu seorang karyawan.

Seperti halnya banyak pengusaha lain pandemi Covid-19 memberi dampak pada penjualan toko kerajinannya.  Pengunjung tokonya lebih sepi dari sebelumnya. Yulia dan suaminya mencari jalan bepromosi lewat media sosial dan membuat program COD (cash on delivery).

“Setelah pandemi mungkin saya akan fokus mengembangkan toko , dan memperbaharui tampilan toko sehingga lebih menarik, juga terus mengupdate perkembangan kebutuhan yang memang banyak dibuthkan konsumen,” tutup Yulia (Irvan Sjafari).

pasang iklan di sini