BINJAI—Masyarakat Medan dan sekitarnya menyebut tanaman ini sebagai rumput teki. Rerumputan merupakan anggota dari famili alang atau famili tumbuhan Cyperaceae sehingga merupakan kerabat dekat Cyperus esculentus, yaitu kacang macan atau chufa.
Rumput teki ini salah satu tanaman paling invasif di dunia, rumput teki memenuhi lebih dari lima puluh tanaman di seluruh dunia, dan ini membuatnya mendapat julukan “gulma terburuk di dunia. Namun di tangan seorang siswi kelas V SD bernama Yeni Ramadhani Tambunan awal 2000-an menjadi produk kerajinan bando dan boneka untuk dijual menambah uang jajan.
Pada 2007 kemudian sarjana sebuah sekolah tinggi ilmu komputer di Kota Binjai, memutuskan untuk serius terjun sebagai perajin rajutan dengan brand awal Y2N Crocket, diambil nama panggilannya Yeyen.
Bahan baku awalnya membuat rajutan berasal dari limbah (recyle) pertokoan yang diperolehnya dari pasar Tavip Binjai dengan memanfaatkan karung (goni) bekas, tali, kain perca (sisa potongan kain).
Bahan ini diolah menjadi berbagai aneka aksesoris interior homesware, seperti taplak meja, tatakan gelas, sarung bantal, bando, jilbab, baju, gantungan kunci serta sejumlah souvenir dengan harga murah dan relatif laris manis di pasaran.
Pada 2013 produksinya tidak saja tembus pasar lokal di Sumatera Utara, tetapi merambah ke Aceh hingga nege
Pada 2017, perempuan kelahiran 1980 ini semakin serius dengan mendirikan brand Aurora Rajut and Craft. Kali ini dengan bahan baku standar rajutan, seperti benang woll dan sebagainya.
Warga Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai ini membuat boneka amigurumi, baby shark, beruang boneka, hingga prajurit Inggris dengan harga rata-rata Rp150 ribu.Namun produk boneka itu hanya diproduksi berdasarkan pesanan, paling banyak 30 item per bulan.
“Saya juga memproduksi tas, sepatu hingga rajutan. Omzet saya dari rajutan sebelum pandemi sekitar Rp10 jutaan per bulan. Sewaktu pandemi saya juga menjual bahan baku untuk merajut bagi mereka yang harus berdiam diri di rumah dan justru ini cukup besar sampai Rp25 juta per bulan,” ujar Yeyen ketika dihubungi Peluang, Senin (14/6/21).
Ke depan, UKM binaan ini ingin memperuas pasar. Saat ini toko daringnya sudah berada di lima negara Asean, selain Malaysia, ada Singapura, Thailand, Vietnam dan Philipina. Yeyen juga sedang menjajaki pasar Brazil namun belum tembus (Irvan).








