MAUMERE—Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano menyampaikan pesan Natal, bahwa spiritualitas kelahiran Tuhan, seharusnya menguatkan pengelola dan anggota KSP Kopdit Pintu Air untuk tetap setia dalam pelayanan.
Saat ini pandemi Covid-19 mengoyak dunia. Angka kematian terus menanjak. Ekonomi ambruk seketika. Imbasnya terjadi pada pendidikan dan belum ada tanda-tanda untuk reda.
“Di tengah situasi demikian, umat kristiani merayakan natal, hari kelahiran Tuhan. Natal tetaplah Natal. Apapun situasinya, natal membersitkan sukacita, kedamaian, dan ketentraman,” kata Jano dalam keterangan persnya, Jumat (25/12/20).
Lanjut Jano, perayaan Natal tahun ini juga menjadi momen perayaan yang tidak bisa dijalankan dengan lepas bebas dan tidak mengontrol diri. Natal tahun ini, semua insan di bumi merayakannya dalam suasana keprihatinan karena wabah Covid-19.
Natal tahun ini, katanya semua orang Kristiani diingatkan bahwa Tuhan yang datang adalah simbol terang dalam kegelapan. Situasi pandemi bisa jadi semacam dunia gelap dan dengan kehadiran Sang Juru Selamat membawa kita kembali pada praktik dan cara hidup yang lebih bermartabat.
“Kita harus jadi pembawa terang. Kita semua juga dalam situasi batas kecemasan karena virus ini tapi sebagai bagian dari satu komunitas koperasi kita percaya bahwa saat-saat dimana virus ini mengancam, kita ternyata adalah orang-orang beriman yang percaya bahwa perayaan Natal yang kita rayakan memampukan kita untuk keluar dari situasi batas ini untuk hidup berkoperasi secara lebih bertanggung jawab,” papar Jano.
Jano menegaskan kepada semua pengurus, pengawas, dan manajemen KSP Kopdit Pintu Air agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebisa mungkin untuk memperhatikan situasi di kantor-kantor Cabang dan Cabang Pembantu terutama dalam gerakan 3M. Wajib mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Semua keluarga besar komunitas KSP Kopdit Pintu Air wajib membangun kerja sama dalam menekan penularan wabah corona ini. Koperasi bersama Pemerintah dan semua pihak yang bekerja keras untuk menanggulangi dampak pandemik demi kebaikan bersama.
“Jangan lupa pada gerakan 3M, wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” demikian tutup Jano.








