Wulan Ayu Widya-Foto: Dokumentasi Pribadi.
BATU—Pada suatu hari pada 2017, di Kampung Kasembon, Batu, Jawa Timur, seorang perempuan bernama Wulan Ayu Widya tergerak untuk berbuat sesuatu bagi warga desanya yang ingin merayakan momen berbahagia, dengan sesuatu berbeda.
Sebagai wujud keinginannya ialah usaha bernama ‘DapoermamaRoJaLi’, dengan produksi aneka macam kue dan dessert. Nama RoJaLi terinspirasi dari nama kedua putrinya yang terlahir dengan darah campuran Rote-Jawa-Bali. Kedua anaknya itu ternyata suka ngemil menjadi salah satu pendorong inspirasi usahanya.
“Salah satu produk usaha saya tart yang dinamakan Money Cake di mana ada di dalamnya berisi sejumlah uang kertas, jika ditarik uang itu akan keluar dari tart tersebut. Produk ini khusus untuk mereka yang merayakan momen bahagia tersebut, ” ungkap perempuan kelahiran Tarakan, 19 Oktober 1982.
Wulan memulai suahanya hanya dengan modal Rp350 ribu, antara lain untuk mencetak label nama usaha dan membeli peraratan memasak. Wulan tidak menggunakan toko fisik, hanya menggunakan cara daring dengan media sosial.
Produk yang dibuatnya selain Money Cake, Soes kering, Soes Basah, Oreo Desert, Klapertart, Macroni Schotel. Untuk Money Cake per bulan Wulan mampu menjual 15-20 tart, sebelum pandemi dengan harga jual Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.
Sementara kue-kue lain harganya bervariasi, ada yang Rp5.000 per item. Dari keseluruhan produk Wulan meraup omzet Rp4 hingga Rp6 juta.
Sayangnya pandemi menganggu usahanya. Omzetnya menurun. Untuk mensiasatinya, Wulan memberikan gift bagi pelanggan yang memesan dalam jumlah banyak atau pada pelanggan tetap.
“Ke depan seusai pandemi, saya berencana memperluas jangkauan pemasaran hingga ke Pare karena saat ini jangkauan masih diseputar kasembon dan sekitarnya,” tutup dia. (Van).








