
PeluangNews, Cikarang – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mengarahkan pengembangan pariwisata berbasis industri dengan mengusung konsep Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE). Strategi ini tidak sekadar membangun citra daerah, tetapi ditargetkan menjadi mesin baru penggerak ekonomi lokal.
Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi, Wiwin Yuniarti, menyebut langkah ini dilatarbelakangi kebutuhan setiap daerah untuk memiliki branding pariwisata yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.
“Daerah lain mungkin unggul di wisata alam atau kuliner. Bekasi memiliki kekuatan industri, sehingga wisata industri menjadi diferensiasi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Wiwin di Cikarang, dikutip Jumat (27/3)
Efek Ganda Ekonomi (Multiplier Effect)
Konsep wisata industri berbasis MICE dinilai mampu menciptakan multiplier effect yang luas. Tidak hanya dari kunjungan ke kawasan industri, tetapi juga dari aktivitas turunan seperti:
- hunian hotel,
- konsumsi kuliner,
- penyewaan ruang pertemuan,
- hingga penyelenggaraan pameran dan event bisnis.
Integrasi ini diyakini dapat meningkatkan perputaran uang di daerah, memperluas peluang usaha UMKM, serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
“Ketika industri terhubung dengan hotel, kuliner, meeting hingga hiburan, maka nilai ekonominya berlipat. Dampaknya bukan hanya pada sektor pariwisata, tapi juga ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujarnya.
Menahan “Kebocoran” Belanja Event
Salah satu target utama kebijakan ini adalah **menahan kebocoran ekonomi** yang selama ini terjadi. Banyak perusahaan di Kabupaten Bekasi justru menggelar kegiatan bisnis di luar daerah seperti Tangerang atau Kemayoran.
Padahal, jika kegiatan tersebut diselenggarakan di dalam wilayah Bekasi, potensi belanja untuk akomodasi, konsumsi, hingga logistik dapat terserap sebagai pendapatan lokal.
Baca Juga: Makassar, Kota MICE di Timur Menuju Poros Maritim Dunia
“Jangan sampai perusahaan di Bekasi, tapi belanja event-nya lari ke daerah lain. Ini yang ingin kita tarik agar dampak ekonominya kembali ke Bekasi,” kata Wiwin.
Kawasan Percontohan dan Potensi Investasi
Balitbangda menyiapkan kajian strategis sebagai dasar kebijakan, mencakup analisis potensi, peluang pasar, hingga hambatan pengembangan. Hasil kajian ini akan dituangkan dalam roadmap pengembangan wisata industri MICE.
Salah satu kawasan yang dinilai potensial adalah Grand Wisata yang berdekatan dengan kawasan industri MM2100. Lokasi ini berpeluang menjadi hub MICE terintegrasi yang mencakup:
- hotel dan akomodasi,
- venue pameran (expo),
- ruang rapat,
- serta akses ke kawasan industri.
Model ini diharapkan mampu menarik event skala nasional hingga internasional, sekaligus meningkatkan daya saing investasi daerah.
Tantangan: SDM dan Infrastruktur
Meski menjanjikan nilai ekonomi besar, pengembangan MICE di Bekasi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama:
- keterbatasan SDM profesional di sektor MICE,
- belum optimalnya fasilitas berskala besar,
- serta kebutuhan investasi infrastruktur.
Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang bagi investor dengan dukungan regulasi, kemudahan perizinan, dan insentif.
Baca Juga: Perkuat Destinasi Kelas Dunia, Pemerintah Apresiasi Event MICE AMS di Bali
“Jika ekosistemnya terbentuk, ini akan menjadi sektor yang saling menguntungkan—investor masuk, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi daerah tumbuh,” kata Wiwin. (Aji)








