hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Waspada Cuaca Buruk, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan

Rapat Koordinasi Kesiapan Ramadan dan Idulfitri.
Rapat Koordinasi Kesiapan Ramadan dan Idulfitri.

PeluangNews, Jakarta – Pemerintah tak mau ambil risiko menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan memutuskan mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) ke berbagai daerah sebelum puncak Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), menyusul potensi gangguan logistik akibat cuaca ekstrem.

Langkah antisipatif itu ditegaskan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, usai memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Ramadan dan Idulfitri, Kamis (29/1), di Jakarta. Pemerintah ingin memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali saat permintaan meningkat.

“Terkait distribusi, faktor yang perlu menjadi perhatian adalah kondisi cuaca pada Februari dan Maret 2026. Kami sepakat seluruh distributor, termasuk Bulog dan ID Food, sudah melancarkan pendistribusian bapok ke seluruh daerah sebelum HBKN,” kata Iqbal.

Berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rakor tersebut, cuaca pada pertengahan Februari hingga awal Maret diperkirakan cukup menantang, terutama di wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Percepatan penyaluran dinilai krusial agar stok di wilayah-wilayah itu tetap aman saat Ramadan dan Lebaran.

Untuk wilayah timur dan distribusi antarpulau, pemerintah menyiapkan dukungan logistik lewat tol laut. Kemendag juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan pelabuhan, termasuk inventarisasi kontainer guna memperlancar pengiriman.

Di sisi harga, Kemendag mengklaim mulai terlihat dampak positif dari penerapan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Aturan ini menetapkan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen untuk minyak goreng rakyat.

“Harga rata-rata nasional MINYAKITA saat ini Rp16.500 per liter, turun sekitar Rp300 per liter dibandingkan minggu sebelumnya. Kami harapkan jika DMO berjalan optimal, harga eceran tertinggi bisa tercapai sesuai kesepakatan,” ujar Iqbal.

Kabar baik juga datang dari komoditas protein. Iqbal menyebut stok telur ayam nasional dalam kondisi surplus. Ia mendorong dinas perdagangan daerah untuk aktif berkoordinasi dengan asosiasi peternak agar pasokan melimpah ini bisa segera dinikmati masyarakat.

“Kalau ada dinamika soal stok telur, silakan hubungi kami atau langsung ke Asosiasi Peternak Ayam Petelur Indonesia (Pinsar Petelur Nasional),” katanya.

Kemendag turut mengimbau pemerintah daerah mengintensifkan pemantauan harga dan stok, memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah, serta mempererat koordinasi dengan Bulog dan BUMN pangan.

Sinergi lintas kementerian, lembaga, pemda, BUMN, hingga pelaku usaha swasta dinilai kunci menjaga kelancaran pasokan bapok—termasuk barang penting seperti elpiji—dari sebelum hingga setelah Ramadan dan Idulfitri.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate