hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Warung K’Boon, Bertahan di Tengah Pandemi dengan Jus Detoks

JAKARTA—Keinginan menjalankan usaha dengan produk dengan filsofi kembali ke alam mendorong Septian Praditya Nugraha   dan ibundanya Sri Mastuti memproduksi jus sayur dan buah murni tanpa tambahan air, tanpa gula, tanpa perasa sintetis dan tanpa bahan kimia lainnya dengan brand K’Boon (dengan Izin Usaha Mikro dan Kecilnya bernama Warung K’Boon).

Awalnya Septian terjun menjadi wirausaha ini mengelola gerai di kantin dalam lingkungan tempatnya bekerja di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta pada 2018 dengan brand berbeda yang bertemakan minuman kesehatan.

Gerai ini sebetulnya dimiliki ibunya bernama Sri Masuti, yang juga punya pengalaman kerja di berbagai bidang, di antaranya keuangan. Tapi karena sudah sepuh, pengelolaan kantin ini diserahkan kepada putranya.

“Berjalannya waktu, saya mengamati kawan-kawan banyak lebih makan yang sebetulnya kurang sehat, seperti gorengan, sayurannya pun bersantan bukan sayuran segar, bahkan minuman jenis boba. Lalu saya menawarkan produk jus sayur dan buah yang punya manfaat detoksfikasi, meningkatkan imunitas, selain memenuhi kebutuhan nutrisi,” ujar pria kelahiran 1989 ini ketika dihubungi Peluang, Jumat (29/10/21).

Pada 2019, bersama dengan ibunya yang juga punya pengalaman kerja di berbagai bidang seperti survei, kesehatan, dan keuangan melakukan rebranding produk menjadi K’boon. Dia memberanikan diri berhadapan dengan produk serupa branded yang banyak dipasarkan di lingkungan perkantoran Sudirman dan Thamrin.

Hasilnya ternyata produknya dengan harga ekonomis mendapatkan pasar sendiri. Bahkan ketika pandemi di mana gerainya harus tutup, Septian memasarkan produknya secara daring dan justru banyak mendapatkan pembeli.

Dia menawarkan 11 jus dari berbagai jenis sayuran dan buah kombinasi, mulai dari Nanas Honey, Nanas Palembang, Apel Malang, Wortel, Tomat, Bengkoang, Bit, Pakcoy, Seledri Stik, Kale, Jahe, Jeruk Nipis, Jeruk buah.  Namun pelanggan juga bisa memesan jus dengan komposisi sayuran yang diinginkannya, yang membuat variasinya jadi lebih banyak.

Untuk produk jus sayuran dan buah ini dibandroll dengan harga Rp18 ribu hingga Rp23 ribu.  Tetapi kalau ada yang menginkan kombinasi selain yang tertera dalam website dan media sosialnya, maka harganya menjadi lebih bervariasi hingga Rp45 ribu karena menggunakan sayuran yang juga mahal.

Selain itu K’Boon juga menawarkan minuman sehat lainnya   seperti Lime Grass  yang ternuat dari  jahe, kunyit, sereh, ketumbar non bleanching, jeruk nipis, madu asli, secang, dan rempah lainnya dibandroll Rp10 ribu dan Almond Milk yang Pada 2019, bersama dengan ibunya yang juga punya pengalaman kerja di berbagai bidang seperti survei, kesehatan, dan keuangan melakukan rebranding produk menjadi K’boon.

Inovasi yang dilakukan warga Jati Asih, Bekasi ini bukan saja membuat usahanya mampu bertahan di tengah pandemi, sekalipun awalnya terdampak. Bermula dari mempekerjakan lima pegawai hanya dibagian produksi, kini telah berkembang menjadi 14 pegawai yang menangani mulai dari pembelian, produksi, marketing dan promosi dengan omzet rata-rata berkisar 11 digit per bulan.  

“Ke depan saya berencana membuka gerai atau outlet di pinggiran Jakarta, di antaranya Bekasi dan satu lagi di Yogyakarta.Pasalnya pelanggan saya banyak yang mengeluh ongkos kirimnya terlalu tinggi, karena dikirim dari Jakarta Pusat,” tutur alumni perguruan tinggi kedinasan ini.

Namun untuk jalan ke arah sana, Septian masih merapikan manajemen, proses bisnis dan berbagai hal. Dia juga merasa beruntung bergabung dengan Jakpreneur yang melakukan pendampingan, mengajarkan meningkatkan kualitas produk, mengurus sertifikat halal, Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), membuat laporan dan sebagainya (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate