hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Warga Desa Puor Trauma Berkoperasi

LEMBATA—Sejumlah warga Desa Puor A dan Puor B Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, mengaku trauma berkoperasi.

Mereka kecewa karena telah banyak koperaso yang masuk ke wilayah kedua desa ini mengecewakan.

Uang masyarakat dibawa lari dan produk yang ditawarkan tidak sesuai untaian kata-kata pengurus koperasi itu dan lebih tragis lagi pengelola dari koperasi itu sulit dihubungi dan ditemui anggota koperasi.

Pengalaman pahit ini diutarakan tokoh masyarakat Desa Puor A, Baltasar usai mengikuti sosialisasi Kopdit Pintu Air yang dijelaskan wakil ketua 3 bidang Humas dan Promosi, Vincensius Deo, Minggu, 24/4 22, dihalaman Kepala Stasi St.Petrus Puor.

Baltasar mengisahkan dulu dirinya sebagai penggerak koperasi lokal Lembata dan semua masyarakat desanya ramai- ramai bergabung jadi anggota. tetapi terkait hak anggota tidak transaparan dan terkesan memutarbalikkan fakta sehingga anggota jenuh dan tinggalkan koparasi itu.

“Kami di sini sudah hancur dan trauma omong koperasi. Tadi saya umumkan di dalam Kapela bahwa habis ibadat, umat tetap berkumpul untuk ikut sosialisasi ini saja banyak yang gerutu trauma. Tetapi kerena nama koperaai beda yakni Pintu Air makanya umat bertahan,” ujar Petrus

Setelah mendengarkan sosialisasi dari tim Kopdit Pintu Air, Baltasar menyatakan Pintu Air jauh berbeda dengan Koperasi yang telah berbohong kepada mereka dimasa lalu. Kerena itu ia mengajak semua masyarakat Desa Pour A agar tidak ragu-ragu bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air.

“Koperasi ini sangat berpihak pada orang kecil dan pengelolaan sungguh dengan hati dan hirarki kepengurusan jelas dari pusat hiingga ke basis masyarakat sebagai pemilik lembaga ini. Jadi jangan takut bergabung bersama Pintu Air kerena koperasi ini adalah Koperasi Nasional” ujar kepala SDK Puor itu.

Hal senada terungkap dari salah seorang tokoh masyarakat Desa Puor B, Lambertus Wadan memberi testimoni kepad masyarakat bahwa dia dan semua anggota keluarganya diam-diam sudah lama bergabung di kopdit pintu air Cabang Lewoleba.

“Saya dan semua anggota keluarga sudah lama bergabung bersama Pintu Air dan saya akui Koperasi yang datang dari Nita Rotat ini, sesuai namanya Pintu Air benar-benar memberikan bukti dan tidak hanya janji doang. Saya rasakan saat kedukaan dimana keluarga inti belum datang, Kopdit ini merupakan keluarga pertama yang hadir meringankan duka,” cerita dia.


Menurutnya pengelolaan KSP Kopdit Pintu Air sanagt terbuka dan transparan serta uang yang ada dalam buku tidak akan hilang. Usai sosialiasi Lambertus membawa 7 warga untuk langsung didaftarkan menjadi anggota Pintu Air.


Sementara itu Kepala Desa Puor B, Stanialaus Deri Burinpun mengusulkan agar komite dan menejemen Cabang Lewoleba segera tentukan satu orang sebagai relawan untuk mendaftar di dua desa ini dan harus ada titik kumpul yang jelas sehingga setiap hari tempat itu dibuka supaya warga terus bertransaksi.

“Selama ini banyak koperasi datang hanya ambil uang lalu hilang sehingga masyarakat trauma dan lari ke Koperasi harian dan rentenir.” Ujar Stanialaus


Sekdes Desa Puor A, Wilfridus Florianus Langu menjelaskan data statistik Desanya menggambarkan jumlah penduduk desa Puor A setelah dimekarkan saat ini berjumlah 486 jiwa yang tergabung dalam 144 KK, 3 Dusun dan 9 RT, dengan penghasilan ekonomi dominan adalah kemiri, mente, kopi dan coklat.

“Saya siap bantu masyarakat supaya jangan ragu untuk bergbung kerena produk yang ada di pintu air berpihak pada orang kecil tanpa membedakan suku, ras dan agama’’ Tegasnya Florianus.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate