
PeluangNews, Tangerang — Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mendorong kolaborasi antara koperasi eksisting dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna memperluas akses pembiayaan mikro. Pemerintah juga tengah mengkaji skema kredit berbunga rendah hingga 6 persen agar lebih terjangkau bagi masyarakat desa.
Menurutnya, koperasi yang telah mapan dapat berperan sebagai “kakak asuh” bagi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Peran tersebut mencakup pendampingan, edukasi, hingga penguatan kapasitas kelembagaan agar koperasi baru mampu berkembang secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Farida saat melakukan kunjungan, diskusi, dan sosialisasi kebijakan strategis perkoperasian, termasuk pengenalan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, bersama pengurus Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al-Fath Ikmi di Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/4).
Baca Juga: KSP Guna Prima Dana Moncer! Salurkan KUR Rp103 Miliar, Siap Ekspansi dan Tembus 10.000 Anggota
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi tengah mengkaji skema percontohan (pilot project) yang melibatkan sejumlah koperasi simpan pinjam. Skema tersebut dirancang untuk memastikan aliran pembiayaan dari hulu ke hilir berjalan efektif dan berpihak pada masyarakat.
Dalam simulasi yang sedang dibahas, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi akan menyalurkan dana ke koperasi eksisting dengan bunga sekitar 2 persen. Selanjutnya, koperasi tersebut menyalurkan pembiayaan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga akhirnya diterima masyarakat desa dengan bunga sekitar 6 persen.
“Skema ini masih dalam tahap kajian. Tujuannya agar pembiayaan benar-benar terjangkau dan tepat sasaran,” ujar Farida.
Ia menambahkan, berbagai masukan dari lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Koperasi dalam mengawal implementasi kebijakan, khususnya agar skema bunga 6 persen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat akar rumput. (Aji)








