
PeluangNews, Tangerang Selatan – Pemerintah memperkuat sinergi pembiayaan mikro berbasis syariah dengan menggandeng Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai mitra strategis pemberdayaan koperasi akar rumput.
Langkah tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah ke BMT Al Fath IKMI, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang turut didampingi Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana, Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Farida menekankan bahwa koperasi, khususnya BMT, memiliki posisi vital dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dengan BMT merupakan bagian penting dari strategi mendukung program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“BMT menjadi mitra strategis dalam memperluas pembiayaan mikro sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat di tingkat bawah,” ujar Farida.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana menilai BMT Al Fath IKMI sebagai salah satu BMT dengan rekam jejak kuat dalam menjaga kualitas pembiayaan.
Menurut Ari, pendekatan konservatif yang diterapkan BMT Al Fath sejak berkembang pada era 1990-an justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesehatan portofolio pembiayaan.
“Kehati-hatian dalam ekspansi menjadi fondasi penting agar kualitas pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Ari.
Ia menambahkan, perluasan pembiayaan merupakan kunci untuk meningkatkan efektivitas dana bergulir LPDB Koperasi. Karena itu, LPDB terus mendorong BMT—termasuk yang tergabung dalam Persatuan BMT dan Inkopsyah—untuk memperluas jangkauan layanan pembiayaan melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.
Ari menilai BMT memiliki keunggulan dibanding lembaga keuangan konvensional karena menggabungkan fungsi bisnis dan sosial dalam satu ekosistem.
Baca Juga: Kopdit Pintu Air Tancap Gas di Sikka, Cabang Baru Madawat Resmi Dibuk
“BMT memiliki dua sayap, yakni bisnis dan sosial. Ini membuat pendekatannya lebih dekat dengan masyarakat karena tidak hanya memberi pembiayaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Ari, jaringan BMT yang tersebar luas hingga pedesaan sangat relevan dengan program KDKMP yang tengah digulirkan pemerintah.
Dalam skema yang sedang diuji coba, LPDB menyalurkan pembiayaan kepada BMT, lalu diteruskan kepada KDKMP dengan pendampingan intensif.
“KDKMP masih membutuhkan penguatan, terutama dalam aspek pembiayaan dan kelembagaan. Di sinilah BMT berperan sebagai pendamping dari sisi operasional hingga perizinan,” ujarnya.
Ia menegaskan, LPDB tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan adanya pengawasan dan pendampingan agar dana bergulir benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui skema ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses pembiayaan yang lebih cepat, mudah, dan kompetitif, sekaligus mendapatkan pendampingan usaha secara berkelanjutan.
“Kecepatan akses pembiayaan dan margin yang kompetitif menjadi faktor penting agar masyarakat tertarik memanfaatkan pembiayaan produktif,” pungkas Ari.
Kunjungan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pemerintah, LPDB Koperasi, dan BMT untuk membangun ekosistem pembiayaan mikro syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah. (RO/Aji)








